Contoh KPI Karyawan dan Cara Menyusunnya untuk UMKM
Contoh KPI karyawan yang realistis untuk UMKM, cara menyusunnya dari sasaran bisnis, dan kesalahan umum yang membuat KPI berhenti jadi formalitas.

Contoh KPI karyawan yang paling berguna untuk UMKM bukan yang paling lengkap, melainkan yang angkanya sudah Anda catat hari ini dan benar-benar berada dalam kendali orang yang dinilai. Staf penjualan diukur dari nilai penjualan tertutup, admin dari dokumen yang selesai tepat waktu, customer service dari kecepatan balas pertama, kurir dari ketepatan pengiriman. Itu saja sudah cukup untuk memulai. Masalahnya, kebanyakan pemilik usaha mengawali dari arah yang berlawanan: mengunduh template berisi tiga puluh indikator, menempelkannya ke semua peran, lalu tiga bulan kemudian mendapati tidak ada satu pun yang terisi. Panduan ini membahas cara menyusun KPI dari sasaran bisnis Anda sendiri, contoh konkret per peran beserta cara mengukurnya, jumlah yang masuk akal, irama review, dan kesalahan yang membuat KPI berhenti di tahap formalitas.
Apa itu KPI karyawan dan bedanya dengan target
KPI adalah singkatan dari Key Performance Indicator, yaitu ukuran terpilih yang dipakai untuk menilai apakah pekerjaan seseorang berjalan ke arah yang benar. Kata kuncinya ada di huruf pertama: key, artinya terpilih. KPI bukan daftar seluruh pekerjaan seseorang. KPI adalah beberapa angka yang paling mewakili keberhasilan peran itu, dipilih justru karena Anda sengaja mengabaikan yang lain.
Perbedaannya dengan target sering dianggap sepele, padahal inilah sumber kekacauan paling umum. Target adalah angka yang ingin dicapai. KPI adalah ukuran yang Anda pantau untuk tahu apakah target itu akan tercapai. Kalimat pemilik usaha yang berbunyi "target penjualan bulan ini Rp 200 juta" adalah target, bukan KPI. KPI-nya adalah nilai penjualan tertutup per bulan, jumlah penawaran yang terkirim, dan tingkat konversi dari penawaran menjadi transaksi. Ketiga angka itu memberi tahu Anda pada tanggal 10 apakah target akhir bulan masih realistis, dan target sendiri tidak pernah bisa melakukan itu.
Fungsi kedua KPI yang jarang disebut adalah membuat percakapan tentang kinerja jadi lebih dingin. Tanpa ukuran, evaluasi berubah menjadi adu kesan. Pemilik merasa seseorang kurang gesit, karyawan merasa sudah bekerja keras, dan tidak ada yang bisa membuktikan apa pun. Dengan KPI, percakapannya bergeser dari sifat orang ke angka pekerjaan. Ini bukan sekadar soal keadilan, tetapi juga soal kenyamanan Anda sendiri sebagai pemilik yang harus menyampaikan kabar yang tidak enak.
Pendapat kami di Absenia, KPI paling tepat dipahami sebagai alat komunikasi, bukan alat penilaian. Manfaat terbesarnya muncul di awal periode saat semua orang tahu persis apa yang dianggap berhasil, bukan di akhir periode saat nilainya dihitung. Kalau karyawan Anda baru tahu KPI-nya pada saat evaluasi, KPI itu sudah gagal sebelum dinilai.
KPI adalah beberapa ukuran terpilih yang mewakili keberhasilan sebuah peran. Target adalah angka yang dikejar, KPI adalah ukuran yang memantau perjalanannya. Nilai terbesar KPI ada pada kejelasan di awal periode, bukan pada perhitungan di akhir periode.
Cara menurunkan KPI dari sasaran bisnis
Cara paling cepat menghasilkan KPI yang tidak berguna adalah menyalin template dari internet. Template tidak tahu apa masalah usaha Anda tahun ini. Bisa jadi Anda sedang butuh menekan biaya, sementara template yang Anda pakai penuh indikator pertumbuhan. Akibatnya semua orang dinilai dari hal yang bukan prioritas, dan prioritas yang sebenarnya tidak dinilai siapa pun.
Urutan yang kami sarankan dimulai dari satu kalimat, bukan dari daftar. Tuliskan sasaran usaha Anda untuk enam sampai dua belas bulan ke depan dalam satu kalimat yang mengandung angka. Misalnya "menaikkan penjualan bulanan dari Rp 150 juta ke Rp 220 juta tanpa menambah staf", atau "menurunkan keluhan pelanggan soal keterlambatan pengiriman sampai di bawah lima keluhan per bulan". Kalimat ini menjadi hulu dari semua KPI di bawahnya.
Langkah berikutnya, tanyakan untuk setiap peran: apa yang bisa dilakukan orang di posisi ini yang benar-benar menggerakkan angka tadi. Perhatikan kata "bisa dilakukan". Staf gudang tidak bisa menaikkan penjualan, tetapi bisa memastikan barang siap kirim sebelum jam potong, dan keterlambatan gudang memang sering menjadi penyebab pesanan batal. Maka KPI staf gudang bukan nilai penjualan, melainkan ketepatan waktu penyiapan pesanan. Ini yang disebut menurunkan sasaran, bukan membagi rata sasaran.
Setelah kandidat KPI terkumpul, saring dengan satu pertanyaan terakhir: dari mana angka ini akan saya ambil setiap bulan. Kalau jawabannya "nanti dihitung manual" atau "kira-kira saja", coret. Yang tersisa setelah saringan ini biasanya jauh lebih sedikit daripada yang Anda bayangkan, dan itu justru pertanda bagus. KPI yang sedikit tetapi datanya nyata jauh lebih berguna daripada kerangka lengkap yang kolomnya kosong.
Yang sering kami temui di lapangan, pemilik usaha melewati langkah pertama karena merasa sasarannya sudah jelas di kepala. Lalu saat menyusun KPI per peran, muncul indikator yang saling bertabrakan: tim penjualan didorong mengejar volume, tim keuangan dinilai dari penagihan yang lancar, dan tidak ada yang bertanggung jawab atas pelanggan yang order besar tapi menunggak. Sasaran yang tertulis mencegah tabrakan semacam ini karena semua KPI bisa diadu ke satu kalimat yang sama.
Contoh KPI karyawan per peran beserta sumber datanya
Berikut contoh KPI untuk peran yang paling umum ada di UMKM Indonesia. Perhatikan kolom sumber data, karena kolom itulah yang menentukan apakah sebuah KPI bisa dipakai atau hanya jadi hiasan. Kalau sumber datanya belum ada di usaha Anda, siapkan pencatatannya dulu sebelum KPI itu resmi dipakai menilai orang.
| Peran | Contoh KPI | Cara mengukur | Sumber data |
|---|---|---|---|
| Staf penjualan | Nilai penjualan tertutup per bulan | Total nilai transaksi yang benar-benar dibayar, bukan yang masih penawaran | Catatan penjualan, invoice, atau aplikasi kasir |
| Staf penjualan | Tingkat konversi penawaran | Jumlah transaksi jadi dibagi jumlah penawaran terkirim, dikali 100 persen | Catatan penawaran atau CRM sederhana |
| Admin dan operasional | Ketepatan waktu penyelesaian dokumen | Persentase dokumen yang selesai sebelum tenggat yang disepakati | Log tugas, spreadsheet kerja, atau tanggal pada dokumen |
| Admin dan operasional | Tingkat kesalahan input data | Jumlah koreksi yang diminta pihak lain per 100 dokumen | Catatan revisi dari keuangan atau atasan |
| Customer service | Waktu balas pertama | Rata-rata selisih waktu dari pesan masuk sampai balasan pertama | Riwayat WhatsApp Business, email, atau tiket |
| Customer service | Keluhan yang selesai tanpa eskalasi | Persentase keluhan yang tuntas tanpa naik ke atasan atau pemilik | Catatan keluhan bulanan |
| Produksi | Jumlah unit sesuai standar mutu | Unit lolos pemeriksaan dibagi total unit diproduksi | Lembar pemeriksaan mutu harian |
| Produksi | Ketepatan penyelesaian batch | Persentase batch yang selesai sesuai jadwal produksi | Jadwal produksi dan catatan shift |
| Kurir dan tim lapangan | Ketepatan waktu pengiriman | Persentase kiriman yang sampai dalam rentang waktu yang dijanjikan | Bukti terima, resi, atau catatan kunjungan |
| Kurir dan tim lapangan | Kunjungan terverifikasi lokasi | Jumlah kunjungan yang tercatat di titik lokasi yang benar | Rekap absensi lapangan dengan verifikasi GPS |
| Kasir dan penjaga toko | Selisih kas akhir hari | Rupiah selisih antara kas fisik dan catatan sistem per hari | Laporan tutup kasir harian |
| Kasir dan penjaga toko | Kehadiran tepat waktu pada jam buka | Persentase hari kerja dengan kehadiran sebelum jam buka toko | Rekap kehadiran dengan jam masuk tercatat |
Tabel ini sengaja tidak mencantumkan angka target, dan itu bukan kelalaian. Target yang wajar di satu usaha bisa mustahil di usaha lain dengan skala, lokasi, dan margin yang berbeda. Cara paling aman menetapkan target awal adalah mengambil rata-rata pencapaian tiga bulan terakhir sebagai garis dasar, lalu menaikkannya sedikit. Menetapkan target dari angan-angan tanpa garis dasar hampir selalu berakhir dengan angka yang tidak pernah tercapai, dan KPI yang tidak pernah tercapai akan diabaikan orang dalam dua bulan.
Perhatikan juga bahwa beberapa KPI di tabel itu bertumpu pada rekap yang rapi, bukan pada sistem yang canggih. Ketepatan waktu pengiriman cukup diukur dari bukti terima. Selisih kas cukup dari laporan tutup harian. Sebagian besar UMKM sebenarnya sudah punya bahan mentahnya, hanya tersebar di buku, chat, dan ingatan, sehingga tidak pernah menjadi angka.
Kriteria KPI yang sehat
Setelah daftar kandidat KPI terkumpul, uji satu per satu dengan empat kriteria berikut. KPI yang gagal di salah satunya biasanya akan menimbulkan masalah dalam tiga bulan, dan lebih murah dibuang sekarang daripada dicabut setelah orang terlanjur dinilai memakainya.
Terukur dari data yang sudah ada. Ini kriteria pertama karena paling sering dilanggar. Kalau untuk mengisi satu KPI Anda harus menghitung manual dari nol setiap bulan, KPI itu akan berhenti terisi di bulan ketiga saat kesibukan naik. Ukuran yang datanya keluar otomatis dari proses kerja sehari-hari selalu lebih tahan lama daripada ukuran yang butuh pekerjaan tambahan.
Berada dalam kendali karyawan. Menilai staf produksi dari total penjualan perusahaan terdengar seperti membangun rasa memiliki, tetapi dalam praktiknya menghasilkan kepasrahan. Kalau seseorang tidak bisa mengubah angkanya lewat cara kerjanya sendiri, angka itu bukan KPI dia, melainkan KPI perusahaan yang kebetulan ditempelkan ke namanya. Uji sederhananya: kalau orang ini bekerja jauh lebih baik bulan depan, apakah angkanya pasti bergerak. Kalau jawabannya belum tentu, ganti ukurannya.
Jumlahnya sedikit. KPI yang banyak terasa menyeluruh, padahal justru menghilangkan fungsi utamanya, yaitu menunjukkan mana yang penting. Kalau semua hal diukur, tidak ada yang jadi prioritas. Karyawan yang dihadapkan pada delapan indikator akan memilih sendiri mana yang dia kerjakan, dan pilihannya belum tentu sama dengan prioritas Anda.
Tidak mudah dimanipulasi. Setiap ukuran punya jalan pintas, dan orang akan menemukannya. Customer service yang dinilai dari kecepatan balas bisa membalas cepat dengan jawaban kosong. Staf penjualan yang dinilai dari jumlah penawaran terkirim bisa mengirim penawaran ke prospek yang tidak serius. Cara mengurangi risiko ini adalah memasangkan ukuran kecepatan atau kuantitas dengan satu ukuran mutu, sehingga jalan pintas di satu sisi akan terlihat di sisi lain.
Sebelum menetapkan sebuah KPI, bayangkan karyawan Anda ingin mendapat nilai bagus dengan usaha sekecil mungkin. Tuliskan cara curang yang paling mungkin dia tempuh. Kalau cara itu terlalu mudah dan tidak akan ketahuan, KPI tersebut belum siap dipakai. Ini bukan soal curiga pada orang, tetapi soal menutup celah sebelum celah itu menggoda.
Berapa banyak KPI per orang dan kapan direview
Angka yang kami sarankan adalah dua sampai empat KPI per orang. Di bawah dua, penilaian jadi terlalu sempit dan mudah dimanipulasi karena hanya satu sisi pekerjaan yang dilihat. Di atas lima, karyawan berhenti mengingat KPI-nya dan dokumen itu berubah menjadi arsip yang hanya dibuka saat evaluasi. Untuk usaha yang baru pertama kali menerapkan KPI, kami menyarankan mulai dari satu atau dua saja per orang selama kuartal pertama.
Soal irama, pisahkan dua hal yang sering tercampur: melihat angka dan meninjau ulang KPI-nya. Angka dilihat bulanan supaya koreksi masih sempat dilakukan. Isi KPI-nya ditinjau ulang setiap kuartal, karena prioritas usaha bisa berubah dan indikator yang relevan pada Januari belum tentu relevan pada Mei. Evaluasi besar untuk keputusan seperti kenaikan gaji atau promosi biasanya cukup setahun sekali, tetapi tidak boleh mengandung kejutan apa pun bagi karyawan kalau review bulanan berjalan.
| Irama | Yang dilakukan | Durasi wajar | Keputusan yang diambil |
|---|---|---|---|
| Bulanan | Lihat angka KPI bersama karyawan, cari penyebab kalau meleset | 15 sampai 20 menit per orang | Koreksi cara kerja, bantuan, atau penyesuaian beban |
| Kuartalan | Tinjau ulang apakah KPI-nya masih relevan dan targetnya masuk akal | 1 sampai 2 jam untuk seluruh tim | Ganti, tambah, atau hapus indikator |
| Tahunan | Rangkum pencapaian setahun sebagai bahan keputusan | 30 sampai 45 menit per orang | Kenaikan gaji, promosi, rotasi, perpanjangan kontrak |
Pendapat kami di Absenia, review bulanan yang pendek jauh lebih berdampak daripada penilaian tahunan yang panjang. Menunggu dua belas bulan untuk memberi tahu seseorang bahwa kinerjanya meleset berarti membiarkan masalah tumbuh selama dua belas bulan, lalu menyalahkan orangnya di akhir. Percakapan dua puluh menit setiap bulan terasa merepotkan di awal, tetapi menghemat satu percakapan berat yang biasanya berakhir dengan orang keluar.
Kesalahan umum yang membuat KPI jadi formalitas
Ada beberapa pola kegagalan yang berulang di banyak usaha kecil. Mengenalinya lebih awal jauh lebih murah daripada memperbaikinya setelah tim terlanjur kehilangan kepercayaan pada sistem penilaian.
KPI terlalu banyak. Ini kesalahan nomor satu, biasanya lahir dari niat baik untuk adil dan menyeluruh. Hasilnya lembar penilaian dengan belasan baris yang tidak pernah diisi lengkap. Kalau Anda kesulitan memangkas, gunakan pertanyaan ini: KPI mana yang kalau dihapus tidak akan mengubah satu pun keputusan Anda tahun ini. Yang seperti itu memang tidak perlu ada sejak awal.
Mengukur yang mudah diukur saja. Godaan ini muncul karena sebagian pekerjaan memang lebih gampang dihitung. Jumlah panggilan telepon lebih mudah dihitung daripada mutu percakapan. Jumlah unggahan lebih mudah dihitung daripada dampaknya. Akibatnya, orang mengoptimalkan yang dihitung dan mengabaikan yang penting. Solusinya bukan berhenti mengukur, tetapi menambahkan satu ukuran hasil di samping ukuran aktivitas, meskipun ukuran hasil itu harus dikumpulkan secara manual.
KPI yang menghukum. Kalau setiap kali angka meleset selalu berujung teguran atau pemotongan, karyawan akan berhenti melaporkan masalah dan mulai merapikan angka. Data Anda jadi terlihat bagus sementara masalahnya berjalan di bawah permukaan. KPI yang sehat dipakai untuk mencari penyebab lebih dulu, karena angka yang meleset sering kali disebabkan proses yang macet, bukan orang yang malas.
Memakai kehadiran sebagai satu-satunya ukuran kinerja. Ini kesalahan yang paling sering kami temui, dan kami merasa perlu menyebutnya secara khusus justru karena kami membuat aplikasi absensi. Kehadiran mengukur kepatuhan, bukan hasil. Karyawan bisa hadir tepat waktu setiap hari selama sebulan penuh tanpa menyelesaikan satu pun pekerjaan yang bernilai. Kalau kehadiran menjadi satu-satunya yang dinilai, Anda sedang melatih tim untuk duduk di tempat, bukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Kehadiran layak masuk sebagai pelengkap dengan bobot kecil, terutama untuk peran yang jam operasionalnya kritis, dan berhenti di situ.
KPI yang tidak pernah dibicarakan. Ada usaha yang menyusun KPI dengan rapi, menyimpannya di folder, lalu membukanya kembali sebelas bulan kemudian. Karyawan baru tahu dinilai dari apa pada saat penilaian. Kalau ini yang terjadi, KPI Anda tidak sedang mengarahkan siapa pun, hanya mendokumentasikan sesuatu yang sudah lewat.
Perlu jujur kami sampaikan: KPI tidak memperbaiki masalah yang akarnya bukan kinerja. Kalau karyawan meleset karena beban kerjanya memang tidak masuk akal, alatnya rusak, atau prosesnya berbelit, angka KPI hanya akan mendokumentasikan kegagalan itu setiap bulan tanpa menyelesaikannya. Periksa prosesnya lebih dulu sebelum menyimpulkan orangnya.
Peran data kehadiran dan rekap yang rapi
Satu hal yang jarang dibicarakan saat orang membahas KPI adalah ketersediaan datanya. Menyusun indikator itu pekerjaan satu sore. Mengisinya setiap bulan selama setahun adalah pekerjaan yang sebenarnya, dan di situlah sebagian besar sistem KPI di UMKM berhenti. Bukan karena indikatornya salah, tetapi karena tidak ada yang sempat mengumpulkan angkanya.
Karena itu, saat memilih KPI, prioritaskan yang sumber datanya lahir otomatis dari proses kerja. Nilai penjualan sudah ada di catatan transaksi. Selisih kas sudah ada di laporan tutup harian. Untuk sebagian KPI operasional, terutama yang berkaitan dengan ketepatan waktu, shift, dan kerja lapangan, sumbernya adalah rekap kehadiran. Kalau kehadiran masih dicatat di buku atau grup chat, KPI apa pun yang bergantung padanya akan sulit diisi dengan jujur.
Di sinilah pencatatan kehadiran yang rapi memberi manfaat tambahan di luar fungsi utamanya. Ketepatan waktu buka toko, kepatuhan jadwal shift, dan kunjungan lapangan yang terverifikasi lokasi semuanya bisa dibaca langsung dari rekap tanpa perlu perhitungan terpisah. Absenia menyediakan absensi online dengan selfie dan verifikasi GPS beserta rekap yang bisa diekspor, sehingga angka-angka semacam itu tersedia tanpa pekerjaan tambahan di akhir bulan. Untuk tim dengan jadwal bergilir, pengaturannya kami bahas terpisah di panduan aplikasi shift kerja.
Perlu ditegaskan sekali lagi supaya tidak salah paham: data kehadiran memudahkan sebagian KPI operasional, bukan menggantikan KPI hasil. Rekap kehadiran yang sempurna tidak memberi tahu Anda apakah pelanggan puas atau apakah mutu produksi terjaga. Perlakukan data kehadiran sebagai satu bahan di antara beberapa bahan lain, dengan porsi yang wajar.
Cara mulai bertahap di usaha kecil
Kalau usaha Anda belum punya sistem penilaian sama sekali, jangan mulai dengan menyusun KPI untuk semua orang sekaligus. Urutan bertahap berikut lebih jarang gagal karena setiap tahap sudah memberi hasil sebelum tahap berikutnya dimulai.
Tahap satu, tulis sasaran usaha dalam satu kalimat berangka. Kerjakan ini sendiri atau berdua dengan orang kepercayaan, jangan dalam rapat besar. Kalimat ini akan menjadi rujukan setiap kali muncul perdebatan tentang indikator mana yang lebih penting.
Tahap dua, pilih satu peran percontohan. Ambil peran yang datanya paling jelas, biasanya penjualan atau operasional. Susun dua KPI saja, jalankan tiga bulan, dan perhatikan berapa banyak usaha yang dibutuhkan untuk mengisi angkanya setiap bulan. Percobaan kecil ini akan mengajari Anda lebih banyak daripada membaca panduan mana pun, termasuk yang sedang Anda baca ini.
Tahap tiga, rapikan sumber datanya. Sebelum melebar ke peran lain, pastikan pencatatan yang jadi bahan KPI sudah berjalan konsisten: transaksi tercatat, kehadiran terekam, pengajuan cuti dan izin tercatat di satu jalur alih-alih tersebar di chat. Tanpa ini, memperluas KPI hanya memperbanyak kolom kosong.
Tahap empat, perluas ke peran lain satu per satu. Tambahkan satu peran per bulan, bukan semuanya dalam satu pekan. Setiap kali menambah, ulangi uji empat kriteria dan pertanyaan tentang sumber data. Setelah dua kuartal, Anda akan punya sistem yang benar-benar dipakai, bukan dokumen yang rapi tapi mati.
Kalau Anda ingin memahami bagaimana KPI berhubungan dengan sistem pengelolaan karyawan yang lebih luas, kami membahas dasarnya di artikel apa itu HRIS dan aplikasi HRD untuk UMKM. Untuk melihat kemampuan yang sudah aktif hari ini, silakan telusuri halaman fitur. Absenia gratis selamanya untuk tim di bawah 10 karyawan, paket Absensi Rp 9.000 per karyawan per bulan, dan paket Lengkap Rp 19.000 per karyawan per bulan untuk payroll yang masih dalam pengembangan, semuanya terbuka di halaman harga tanpa biaya implementasi.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa contoh KPI karyawan yang paling sederhana untuk UMKM?
Pilih satu angka yang paling menggambarkan hasil kerja peran tersebut dan sudah Anda catat hari ini. Untuk staf penjualan, nilai penjualan tertutup per bulan. Untuk admin, jumlah dokumen yang selesai tepat waktu. Untuk customer service, waktu balas pertama ke pelanggan. Untuk kurir, persentase pengiriman yang sampai sesuai jadwal. Mulai dari satu KPI per orang lebih baik daripada lima KPI yang tidak ada datanya.
Berapa jumlah KPI yang ideal untuk satu karyawan?
Dua sampai empat. Di bawah dua, gambaran kinerja jadi terlalu sempit dan mudah dimanipulasi. Di atas lima, karyawan berhenti mengingatnya dan KPI berubah jadi dokumen yang cuma dibuka saat penilaian. Kalau Anda kesulitan memangkas, tanyakan mana KPI yang kalau dihapus tidak mengubah keputusan apa pun. Yang seperti itu memang tidak perlu ada.
Apa bedanya KPI dengan target penjualan biasa?
Target adalah angka yang ingin dicapai, KPI adalah ukuran yang Anda pantau untuk tahu apakah arahnya benar. Target penjualan Rp 200 juta sebulan adalah target. Nilai penjualan tertutup per bulan, jumlah penawaran terkirim, dan tingkat konversi penawaran adalah KPI yang memantau perjalanan menuju target itu. Satu KPI bisa punya target, tetapi target tanpa ukuran yang jelas hanya harapan.
Seberapa sering KPI karyawan sebaiknya direview?
Angkanya dilihat bulanan supaya koreksi masih sempat dilakukan, sedangkan isi KPI-nya sendiri ditinjau ulang setiap kuartal. Review bulanan yang singkat, sekitar 20 menit per orang, jauh lebih berguna daripada penilaian tahunan yang panjang. Menunggu setahun untuk memberi tahu seseorang bahwa kinerjanya meleset sama saja dengan membiarkan masalah tumbuh selama dua belas bulan.
Apakah kehadiran boleh dijadikan KPI karyawan?
Boleh sebagai pelengkap, tidak boleh sebagai satu-satunya. Kehadiran mengukur kepatuhan, bukan hasil kerja. Karyawan bisa hadir tepat waktu setiap hari tanpa menyelesaikan apa pun yang bernilai. Pakai kehadiran untuk peran yang jam operasionalnya memang kritis seperti kasir, penjaga toko, dan produksi shift, dengan bobot kecil, lalu isi sisanya dengan ukuran hasil.
Bagaimana kalau data untuk mengukur KPI belum ada?
Jangan pakai KPI itu dulu. KPI tanpa sumber data akan diisi dengan perkiraan, dan perkiraan selalu memicu perdebatan saat hasilnya tidak sesuai harapan karyawan. Pilihannya dua: ganti dengan ukuran lain yang datanya sudah tersedia, atau siapkan pencatatannya dulu selama satu sampai dua bulan sebelum KPI itu resmi dipakai untuk menilai.


