Perjalanan Dinas Karyawan: Komponen Biaya, SPPD, dan Kebijakan UMKM
Perjalanan dinas adalah penugasan karyawan ke luar kota untuk kepentingan perusahaan. Pahami komponen biaya, uang harian, SPPD, kebijakan adil, proses reimbursement, dan pencatatan absensi saat dinas.

Perjalanan dinas adalah penugasan resmi dari perusahaan kepada karyawan untuk menjalankan pekerjaan di luar lokasi kerja biasa, umumnya ke luar kota atau luar negeri, dengan seluruh biaya ditanggung perusahaan. Bentuknya bisa menemui klien, menghadiri pameran, memasang peralatan di cabang, atau mengikuti pelatihan. Di perusahaan besar urusan ini sudah punya prosedur baku, tetapi di UMKM sering kali cukup dengan pesan singkat "besok ke Surabaya ya, nanti nota diganti". Cara itu terasa cepat, tetapi menyimpan banyak masalah yang baru terasa saat rekonsiliasi keuangan. Panduan ini membedah pengertian perjalanan dinas, komponen biayanya lengkap dengan tabel dan contoh, cara membuat Surat Perintah Perjalanan Dinas, menyusun kebijakan yang adil, proses dari pengajuan sampai laporan, cara mencatat kehadiran saat dinas, dan tips menahan biaya agar tidak membengkak.
Apa itu perjalanan dinas dan mengapa perlu diatur
Secara sederhana, perjalanan dinas adalah waktu ketika seorang karyawan bekerja untuk kepentingan perusahaan di tempat yang bukan kantor atau lokasi kerja hariannya. Perbedaannya dengan perjalanan pribadi terletak pada tiga hal: ada penugasan dari perusahaan, ada tujuan kerja yang jelas, dan ada biaya yang menjadi tanggungan perusahaan. Ketiga unsur ini yang membuat perjalanan dinas perlu dokumen dan aturan, bukan sekadar niat baik.
Kenapa harus diatur? Karena perjalanan dinas menyentuh tiga hal sensitif sekaligus: uang perusahaan, waktu kerja karyawan, dan rasa keadilan antar karyawan. Tanpa aturan, tiga pertanyaan ini akan muncul berulang. Berapa batas biaya hotel yang boleh diklaim? Apakah karyawan yang berangkat dinas tetap dihitung hadir? Kenapa satu orang boleh naik pesawat sementara yang lain diminta naik kereta untuk rute yang sama? Kebijakan tertulis mengubah pertanyaan berulang itu menjadi jawaban yang sudah disepakati di depan.
Dasar hukumnya sendiri bukan pasal khusus tentang perjalanan dinas swasta. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mengatur hubungan kerja dan waktu kerja secara umum, sedangkan pengaturan teknis perjalanan dinas diserahkan ke kebijakan masing-masing perusahaan. Artinya, perusahaan Anda punya kebebasan menyusun aturan sendiri, selama tidak bertentangan dengan hak dasar karyawan dan disepakati sejak awal, sebaiknya tercantum dalam peraturan perusahaan atau standar operasional internal.
Pendapat kami di Absenia, kebijakan perjalanan dinas yang baik justru melindungi karyawan, bukan sekadar menghemat uang perusahaan. Karyawan yang tahu persis batas anggaran, cara klaim, dan tenggat pelaporan tidak perlu merasa cemas telah salah membelanjakan uang atau takut klaimnya ditolak. Kejelasan itu yang membuat karyawan berani berangkat tanpa merogoh kantong pribadi lebih dulu, dan membuat pemilik usaha tenang karena setiap pengeluaran punya jejak yang bisa ditelusuri.
Perjalanan dinas adalah kerja untuk perusahaan di luar lokasi biasa, dengan penugasan resmi dan biaya ditanggung perusahaan. Karena menyentuh uang, waktu kerja, dan keadilan antar karyawan, ia perlu diatur lewat surat tugas dan kebijakan tertulis, bukan perintah lisan yang mudah salah paham.
Komponen biaya perjalanan dinas
Biaya perjalanan dinas biasanya dipecah menjadi beberapa komponen agar mudah dianggarkan dan dikontrol. Memecahnya juga memudahkan Anda menentukan mana yang dibayar dengan sistem penggantian sesuai bukti dan mana yang cukup diberikan sebagai nominal harian tetap. Berikut lima komponen yang paling sering dipakai UMKM, lengkap dengan contoh angka. Angka pada tabel ini hanya ilustrasi, bukan patokan resmi, dan setiap perusahaan bebas menetapkan besarannya sendiri.
| Komponen | Cakupan | Cara pembayaran | Contoh angka (ilustrasi) |
|---|---|---|---|
| Transportasi | Perjalanan pulang pergi ke kota tujuan | Penggantian sesuai bukti (tiket, tol, bahan bakar) | Tiket kereta Rp 350.000 pulang pergi |
| Akomodasi | Penginapan selama dinas | Penggantian sesuai bukti, dibatasi tarif per malam | Maksimal Rp 400.000 per malam |
| Uang harian (per diem) | Pengganti makan dan pengeluaran kecil harian | Nominal tetap per hari, tanpa perlu nota | Rp 150.000 per hari |
| Transport lokal | Perjalanan di dalam kota tujuan | Penggantian sesuai bukti atau paket harian | Rp 75.000 per hari |
| Biaya lain | Pengeluaran resmi terkait tugas | Penggantian sesuai bukti dengan persetujuan | Pulsa, cetak dokumen, biaya rapat |
Perhatikan kolom cara pembayaran. Ada dua pendekatan besar yang sering dicampur. Pertama, sistem penggantian biaya atau reimbursement, yaitu karyawan membayar dulu lalu mengklaim dengan bukti, cocok untuk transportasi dan akomodasi yang nilainya berubah-ubah. Kedua, sistem lumpsum atau nominal tetap, yaitu perusahaan memberi sejumlah uang di awal untuk pos tertentu tanpa perlu nota terperinci, cocok untuk uang harian dan transport lokal yang kecil tetapi merepotkan kalau harus dinota satu per satu.
Pendapat kami di Absenia, campuran keduanya biasanya paling praktis untuk UMKM. Transportasi dan hotel pakai penggantian sesuai bukti agar tidak ada kelebihan yang tidak dipertanggungjawabkan, sedangkan uang harian dan transport lokal pakai nominal tetap agar karyawan tidak sibuk mengumpulkan struk warung makan. Yang penting, tetapkan batas atas untuk pos yang memakai penggantian agar anggaran tetap terkendali dan tidak ada kejutan di akhir bulan.
Uang harian, per diem, dan perlakuan pajaknya
Uang harian, sering disebut per diem, adalah sejumlah uang tetap yang diberikan untuk setiap hari perjalanan dinas guna menutup pengeluaran kecil seperti makan, minum, dan keperluan pribadi ringan. Istilah per diem berasal dari praktik di sektor pemerintah, yang menetapkan nominal harian baku menurut daerah tujuan dan golongan. Perusahaan swasta tidak wajib mengikuti angka pemerintah, tetapi konsep per diem berguna sebagai rujukan struktur: satu nominal per hari, jelas, dan tidak perlu diverifikasi lewat nota.
Kelebihan uang harian adalah kesederhanaannya. Karyawan tahu persis berapa yang ia terima per hari, dan bagian keuangan tidak perlu memeriksa struk makan siang. Kekurangannya, kalau angkanya terlalu tinggi, uang harian bisa menjadi celah pengeluaran; kalau terlalu rendah, karyawan merasa nombok. Karena itu banyak perusahaan membedakan besaran uang harian menurut kota tujuan, karena biaya hidup di Jakarta jelas berbeda dengan kota kecil.
Sisi yang paling sering ditanyakan adalah pajaknya. Prinsip umumnya begini: penggantian biaya perjalanan dinas yang wajar dan berhubungan langsung dengan pekerjaan pada umumnya diperlakukan sebagai biaya perusahaan, bukan tambahan penghasilan pribadi karyawan. Sebaliknya, uang saku atau kelebihan yang tidak dipertanggungjawabkan berpotensi dihitung sebagai penghasilan yang menjadi objek pajak. Kerangka aturannya ada di PP Nomor 55 Tahun 2022 dan PMK Nomor 66 Tahun 2023 tentang perlakuan pajak atas natura dan kenikmatan. Kami sengaja tidak menyebut angka atau batas rupiah di sini, karena ketentuannya rinci dan bisa berubah, jadi sebaiknya rujuk laman resmi Direktorat Jenderal Pajak atau tanyakan ke konsultan pajak Anda.
Pendapat kami di Absenia, cara paling aman adalah memisahkan dengan tegas mana yang penggantian biaya dan mana yang tambahan penghasilan. Jika perjalanan dinas dibayar sebagai penggantian biaya nyata dengan bukti dan batas yang wajar, pencatatannya lebih bersih dan risiko pajaknya lebih jelas. Jika Anda memberi tunjangan perjalanan tetap yang menempel di gaji, komponen itu biasanya masuk perhitungan penghasilan. Untuk memahami bagaimana komponen seperti ini muncul di slip, silakan baca panduan cara membaca slip gaji.
Perlakuan pajak uang harian dan reimbursement bergantung pada apakah sifatnya penggantian biaya atau tambahan penghasilan. Jangan menetapkan angka berdasarkan tebakan. Rujuk PP 55 Tahun 2022 dan PMK 66 Tahun 2023 lewat laman resmi, atau konsultasikan ke konsultan pajak, terutama jika nilai perjalanan dinas Anda besar dan rutin.
SPPD dan surat tugas beserta templatenya
Surat tugas dan Surat Perintah Perjalanan Dinas, biasa disingkat SPPD, adalah dua dokumen yang sering tertukar. Surat tugas menyatakan bahwa seseorang diberi tugas oleh perusahaan. SPPD lebih rinci karena mengatur perjalanannya: ke mana, kapan berangkat dan kembali, naik apa, dan siapa yang membiayai. Di perusahaan besar keduanya terpisah, tetapi untuk UMKM keduanya bisa digabung menjadi satu lembar praktis, asalkan informasi intinya lengkap dan ada tanda tangan pemberi tugas.
Fungsi SPPD bukan formalitas belaka. Dokumen ini menjadi bukti bahwa perjalanan memang atas perintah perusahaan, menjadi dasar klaim biaya, dan menjadi acuan saat menghitung durasi dinas. Kolom pengesahan tiba dan kembali, yang ditandatangani pihak di lokasi tujuan, juga membantu memastikan karyawan benar-benar sampai di tempat tugas, bukan sekadar berangkat. Berikut kerangka SPPD ringkas yang bisa Anda salin dan sesuaikan.
| Bagian SPPD | Isi yang dicantumkan |
|---|---|
| Nomor surat | Nomor urut dan kode internal, misalnya 014/SPPD/VIII/2026 |
| Dasar penugasan | Alasan atau instruksi yang mendasari perjalanan |
| Pelaksana | Nama, jabatan, dan bagian karyawan yang ditugaskan |
| Maksud perjalanan | Tujuan kerja yang ingin dicapai, misalnya menemui klien |
| Kota tujuan | Kota atau lokasi yang dituju |
| Tanggal berangkat dan kembali | Tanggal mulai dan selesai perjalanan |
| Lama perjalanan | Jumlah hari, dipakai menghitung uang harian |
| Moda transportasi | Kendaraan yang digunakan, misalnya kereta atau pesawat |
| Sumber pembiayaan | Anggaran atau pos yang menanggung biaya |
| Pengesahan | Tanda tangan pemberi tugas serta kolom tiba dan kembali |
Pendapat kami di Absenia, jangan buat SPPD lebih rumit daripada kebutuhan Anda. Untuk tim kecil, satu halaman dengan sepuluh bagian di atas sudah cukup, dan lebih baik konsisten dipakai daripada dokumen mewah yang malah jarang diisi. Simpan salinannya secara digital agar mudah dicari saat rekonsiliasi, dan beri nomor urut yang rapi supaya pelacakan antar bulan tidak membingungkan. Dokumen yang sederhana tetapi selalu ada jauh lebih berguna daripada format lengkap yang hanya jadi hiasan map.
Menyusun kebijakan perjalanan dinas yang adil
Kebijakan perjalanan dinas yang adil bukan berarti semua orang mendapat jatah yang sama persis, melainkan semua orang diperlakukan dengan aturan yang sama dan bisa dibaca. Ketidakadilan yang paling sering memicu keluhan justru bukan soal besaran uang, melainkan soal aturan yang berbeda diam-diam untuk orang yang berbeda. Karena itu, hal pertama yang perlu Anda tuliskan adalah dasar pembeda yang sah, misalnya menurut jarak, lama perjalanan, atau golongan jabatan, bukan menurut kedekatan dengan pemilik.
Beberapa poin yang sebaiknya ada dalam kebijakan Anda antara lain: siapa yang berhak mengajukan perjalanan dinas, siapa yang berwenang menyetujui, batas atas untuk transportasi dan akomodasi, besaran uang harian per kota, cara dan tenggat pelaporan, serta konsekuensi bila laporan tidak masuk tepat waktu. Semakin sedikit ruang tafsir, semakin sedikit pula perdebatan yang muncul di kemudian hari.
Satu topik yang sering terlupa adalah status waktu kerja selama perjalanan. Apakah hari berangkat dan pulang dihitung sebagai hari kerja penuh? Bagaimana jika perjalanan dilakukan di akhir pekan? Jawabannya boleh berbeda antar perusahaan, tetapi harus ditetapkan di awal agar tidak menjadi sumber kekecewaan. Untuk memahami kerangka jam kerja yang menjadi acuan, Anda bisa membaca aturan jam kerja karyawan.
Pendapat kami di Absenia, kebijakan yang adil ditandai oleh satu hal sederhana: karyawan bisa memperkirakan sendiri berapa yang akan ia terima sebelum berangkat, tanpa harus bertanya ke siapa pun. Kalau untuk mengetahui hak perjalanannya seseorang masih perlu menebak-nebak atau melobi, berarti kebijakannya belum cukup jelas. Tuliskan, umumkan, dan terapkan sama untuk semua, termasuk untuk pemilik dan keluarganya jika ikut bekerja.
Proses dari pengajuan sampai laporan
Proses perjalanan dinas yang rapi punya alur yang jelas dari awal sampai akhir. Alur ini mencegah dua masalah klasik: karyawan berangkat tanpa persetujuan resmi, dan klaim biaya yang menumpuk tanpa bukti di akhir bulan. Berikut enam tahap yang kami sarankan, disusun agar setiap tahap meninggalkan jejak yang bisa diperiksa.
- Pengajuan. Karyawan atau atasannya mengajukan rencana perjalanan berisi tujuan, tanggal, dan perkiraan biaya, sebelum keberangkatan, bukan sesudahnya.
- Persetujuan. Pihak berwenang menyetujui atau merevisi. Di sinilah batas anggaran dicek, dan SPPD diterbitkan sebagai bukti penugasan resmi.
- Pelaksanaan dan absensi. Karyawan berangkat dan tetap melakukan absen harian dari lokasi tugas, sehingga kehadirannya tercatat selama dinas berlangsung.
- Pengumpulan bukti. Selama perjalanan, karyawan menyimpan tiket, struk hotel, dan bukti pengeluaran lain untuk pos yang memakai penggantian biaya.
- Reimbursement. Setelah kembali, karyawan mengajukan klaim beserta bukti, keuangan memeriksa, lalu penggantian dibayarkan.
- Laporan. Karyawan menyerahkan laporan singkat hasil dinas, agar perusahaan tahu tujuan tugas tercapai, bukan sekadar biaya keluar.
Tenggat pelaporan adalah bagian yang paling sering dilanggar dan paling penting ditegakkan. Klaim yang menumpuk berminggu-minggu membuat rekonsiliasi keuangan berantakan dan membuka peluang bukti hilang. Tetapkan tenggat, misalnya tiga hari kerja setelah kembali, dan jadikan itu syarat sebelum penggantian dibayar. Konsistensi menegakkan tenggat ini yang membedakan proses yang rapi dari sekadar niat yang rapi.
Pendapat kami di Absenia, jangan menunggu tim membesar untuk merapikan proses ini. Justru pada tim kecil, satu klaim yang kacau bisa membebani satu-satunya orang yang memegang keuangan. Alur enam tahap di atas tidak menuntut aplikasi mahal, cukup satu formulir dan satu kesepakatan yang ditaati semua orang. Kalau Anda mulai butuh sistem yang lebih terpadu untuk data karyawan dan izin, telusuri opsi aplikasi HRD untuk UMKM.
Mencatat absensi saat dinas luar kota
Salah satu titik buta perjalanan dinas adalah kehadiran. Karyawan yang berangkat dinas sering dianggap "tidak masuk" oleh sistem absensi yang mengunci lokasi kantor, padahal ia sedang bekerja untuk perusahaan. Akibatnya rekap kehadiran bolong, dan bagian keuangan harus mengoreksi manual, yang justru mengundang kesalahan baru. Padahal, dengan absensi berbasis ponsel, kehadiran saat dinas bisa tetap tercatat rapi.
Caranya, karyawan tetap melakukan absen masuk dan pulang dari lokasi tugas menggunakan aplikasi di ponselnya, dengan selfie dan verifikasi GPS untuk memastikan yang absen memang orang yang bersangkutan. Untuk perjalanan dinas, pengaturan area absensi dilonggarkan atau diberi izin lokasi khusus agar karyawan tidak dianggap absen hanya karena berada di luar radius kantor. Konsep pembatasan area ini dikenal sebagai geofence, dan kami bahas cara kerjanya di artikel aplikasi absensi GPS geofence.
Verifikasi lokasi juga menjaga agar catatan kehadiran saat dinas tidak mudah dimanipulasi. Selfie ditambah titik GPS membuat titip absen jauh lebih sulit, meski perlu jujur kami sampaikan bahwa tidak ada metode yang seratus persen kebal. Rincian cara kerja dan batasnya kami uraikan di absensi selfie dan GPS anti titip absen. Pendekatan ini juga sama dengan yang dipakai untuk tim yang bekerja dari luar kantor, seperti yang dibahas di aplikasi absensi untuk WFH dan remote.
Pendapat kami di Absenia, mencatat kehadiran saat dinas bukan soal mengawasi karyawan lebih ketat, melainkan soal melindungi haknya. Karyawan yang absennya tercatat selama dinas tidak perlu takut kehilangan hitungan hadir atau dituduh mangkir. Di sisi perusahaan, rekap yang utuh membuat perhitungan akhir bulan bersih, tanpa koreksi manual yang melelahkan dan rawan keliru.
Sebelum karyawan berangkat, sepakati satu hal teknis: apakah ia absen dari lokasi tugas atau cukup mengajukan izin dinas untuk hari itu. Menentukannya di awal mencegah kebingungan di lapangan dan menjaga rekap kehadiran tetap konsisten antar karyawan.
Cara mengendalikan biaya perjalanan dinas
Biaya perjalanan dinas termasuk pos yang paling mudah membengkak diam-diam, karena pengeluarannya tersebar, kecil-kecil, dan sulit dibandingkan antar karyawan. Kabar baiknya, mengendalikannya tidak butuh sistem canggih, cukup beberapa disiplin sederhana yang diterapkan konsisten. Berikut yang paling berdampak menurut pengamatan kami.
Pertama, tetapkan batas atas yang jelas untuk pos yang memakai penggantian, terutama hotel dan transportasi. Batas atas membuat karyawan memilih sendiri opsi yang wajar tanpa perlu Anda mengecek satu per satu. Kedua, dorong pemesanan lebih awal untuk tiket dan penginapan, karena selisih harga pesan mendadak sering jauh lebih besar daripada nilai uang harian itu sendiri. Ketiga, gabungkan perjalanan bila memungkinkan, misalnya satu keberangkatan untuk beberapa keperluan di kota yang sama.
Keempat, wajibkan bukti untuk setiap pos penggantian dan tolak klaim tanpa bukti secara konsisten sejak awal. Sekali pengecualian diberikan, aturan itu melemah untuk semua orang. Kelima, tinjau ulang besaran uang harian secara berkala, karena angka yang ditetapkan beberapa tahun lalu bisa jadi sudah tidak sesuai dengan harga sekarang, terlalu besar atau terlalu kecil. Keenam, catat semua perjalanan dalam satu tempat agar Anda bisa melihat pola, misalnya kota mana yang paling sering dikunjungi dan pos mana yang paling boros.
Pendapat kami di Absenia, kontrol biaya yang paling efektif bukan yang paling ketat, tetapi yang paling konsisten. Batas yang wajar dan selalu ditegakkan lebih berhasil menahan pengeluaran daripada aturan sangat ketat yang sering dilanggar dengan alasan mendesak. Untuk UMKM, mulailah dari batas atas dan kewajiban bukti, lalu perhalus seiring Anda melihat pola pengeluaran nyata di tim Anda sendiri.
Absenia hari ini membantu bagian kehadiran dan izin selama perjalanan dinas, lewat absensi selfie dan GPS, pengajuan izin dengan approval, serta rekap yang bisa diekspor. Modul payroll dan slip gaji, termasuk tunjangan yang menempel di gaji, masih dalam pengembangan, jadi reimbursement biaya untuk saat ini masih Anda kelola terpisah. Anda bisa mencoba fungsi kehadirannya gratis untuk tim di bawah 10 karyawan lewat halaman daftar, melihat kemampuan yang sudah aktif di daftar fitur, atau membandingkan paket di halaman harga. Paket Absensi Rp 9.000 per karyawan per bulan dan paket Lengkap Rp 19.000 per karyawan per bulan untuk payroll yang segera hadir, tanpa biaya implementasi dan tanpa kartu kredit.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa itu perjalanan dinas?
Perjalanan dinas adalah penugasan resmi dari perusahaan kepada karyawan untuk menjalankan pekerjaan di luar lokasi kerja biasa, umumnya ke luar kota atau luar negeri, dengan biaya ditanggung perusahaan. Contohnya menghadiri pameran, menemui klien, memasang peralatan di cabang, atau mengikuti pelatihan. Karena melibatkan uang perusahaan dan waktu kerja karyawan, perjalanan dinas sebaiknya diatur lewat surat tugas dan kebijakan tertulis, bukan sekadar perintah lisan.
Apa saja komponen biaya perjalanan dinas?
Komponen yang umum ada lima: transportasi pulang pergi, akomodasi atau penginapan, uang harian atau per diem sebagai pengganti makan dan pengeluaran kecil, uang saku dan transport lokal di kota tujuan, serta biaya lain yang berkaitan langsung dengan tugas seperti komunikasi atau cetak dokumen. Sebagian dibayar dengan sistem penggantian biaya sesuai bukti, sebagian lagi dengan nominal harian yang sudah ditetapkan agar mudah dikontrol.
Apa itu SPPD dan surat tugas, dan apa bedanya?
Surat tugas adalah surat yang menerangkan bahwa seorang karyawan diberi tugas tertentu oleh perusahaan. Surat Perintah Perjalanan Dinas atau SPPD adalah dokumen yang lebih rinci soal perjalanannya: tujuan, tanggal berangkat dan kembali, moda transportasi, dan sumber pembiayaan, sering disertai kolom pengesahan saat tiba dan kembali. Pada UMKM, keduanya bisa digabung menjadi satu lembar yang praktis asalkan informasi intinya lengkap.
Apakah uang harian perjalanan dinas kena pajak?
Bergantung pada sifatnya. Penggantian biaya perjalanan dinas yang wajar dan berhubungan langsung dengan pekerjaan pada umumnya diperlakukan sebagai biaya perusahaan, bukan tambahan penghasilan pribadi karyawan. Uang saku atau kelebihan yang tidak dipertanggungjawabkan berpotensi dihitung sebagai penghasilan. Ketentuan rincinya diatur dalam PP Nomor 55 Tahun 2022 dan PMK Nomor 66 Tahun 2023 tentang natura dan kenikmatan, jadi sebaiknya konsultasikan ke konsultan pajak atau rujuk laman resmi DJP sebelum menetapkan angka.
Bagaimana mencatat kehadiran karyawan saat dinas luar kota?
Gunakan absensi berbasis ponsel dengan selfie dan verifikasi lokasi GPS. Karyawan tetap melakukan absen masuk dan pulang dari lokasi tugas, sehingga kehadiran selama dinas ikut tercatat dan tidak hilang dari rekap. Untuk perjalanan dinas, area absensi biasanya dilonggarkan atau diberi izin lokasi khusus supaya karyawan tidak dianggap absen hanya karena berada di luar radius kantor.
Apakah Absenia bisa membantu mengelola perjalanan dinas?
Untuk pencatatan kehadiran saat dinas, ya. Absenia hari ini menyediakan absensi selfie dengan verifikasi GPS, pengajuan izin dan cuti dengan approval, atur shift, data karyawan, serta rekap yang bisa diekspor. Modul payroll dan slip gaji, termasuk komponen tunjangan perjalanan dinas di dalam gaji, masih dalam pengembangan. Jadi untuk saat ini Absenia membantu bagian kehadiran dan izin, sementara reimbursement biaya masih Anda kelola terpisah.
Sumber
- UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (dasar hubungan kerja dan pengaturan waktu kerja)
- PP Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan (dasar perlakuan natura dan kenikmatan)
- PMK Nomor 66 Tahun 2023 tentang perlakuan PPh atas penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan/atau kenikmatan
- Direktorat Jenderal Pajak, kumpulan peraturan pajak penghasilan (rujukan perlakuan pajak penggantian biaya perjalanan dinas)


