Panduan HR

Reimbursement Adalah: Panduan Klaim Penggantian Biaya Karyawan UMKM

Reimbursement adalah penggantian biaya yang ditalangi karyawan untuk perusahaan. Pahami jenis, proses klaim, bukti, kebijakan, dan cara mencatat agar rapi.

Oleh Tim Absenia · 23 Agustus 2026 · 10 menit baca
Reimbursement Adalah: Panduan Klaim Penggantian Biaya Karyawan UMKM

Reimbursement adalah penggantian biaya yang lebih dulu ditalangi karyawan memakai uang pribadinya untuk kepentingan perusahaan, lalu diganti setelah karyawan menyerahkan bukti pengeluaran. Contoh sederhananya, staf lapangan membayar ongkos taksi Rp 85.000 saat menemui klien, menyimpan struknya, lalu mengajukan penggantian ke bagian keuangan. Uang yang kembali itu bukan gaji, bukan bonus, dan bukan tunjangan. Ia hanya mengembalikan uang perusahaan yang untuk sementara keluar dari kantong karyawan. Kedengarannya sepele, tetapi di banyak UMKM justru di sinilah kebocoran diam-diam terjadi: struk hilang, nominal digelembungkan, klaim ganda, dan tidak ada yang tahu total pengeluaran sebenarnya. Panduan ini membahas pengertian reimbursement, jenis-jenisnya, proses klaim yang rapi, bukti yang wajib ada, cara menyusun kebijakan, cara mengontrol agar tidak bocor, dan sekilas perlakuan pajaknya yang perlu Anda pahami dengan hati-hati.

Reimbursement adalah penggantian biaya, bukan gaji

Inti reimbursement ada pada kata mengganti. Karyawan mengeluarkan uang lebih dulu untuk sesuatu yang sebenarnya menjadi tanggungan perusahaan, lalu perusahaan mengembalikannya sesuai jumlah yang benar-benar dikeluarkan. Karena sifatnya mengganti, idealnya tidak ada keuntungan yang mengalir ke karyawan. Ia tidak menerima lebih, tidak juga menerima kurang. Nominal yang keluar dari struk adalah nominal yang kembali.

Hal ini penting dibedakan sejak awal karena sering tertukar dengan gaji atau tunjangan. Gaji adalah imbalan atas pekerjaan yang dibayar rutin. UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menempatkan upah sebagai hak pekerja yang diterima sebagai imbalan dari pengusaha atas pekerjaan yang telah dilakukan. Reimbursement tidak masuk kategori itu, sebab ia bukan imbalan atas kerja, melainkan pengembalian biaya operasional. Perbedaan yang tampak kecil ini punya dampak besar pada pencatatan, kebijakan, dan bahkan perlakuan pajak, seperti yang akan kita bahas di bagian akhir.

Ada dua alasan utama sebuah usaha memakai skema reimbursement. Pertama, tidak praktis kalau setiap pengeluaran kecil harus lewat kasir perusahaan lebih dulu. Karyawan yang sedang di lapangan tidak mungkin menunggu pencairan dana untuk membayar parkir atau ongkos kirim. Kedua, reimbursement memaksa setiap pengeluaran punya bukti. Uang baru diganti kalau ada struk, sehingga secara otomatis tercipta jejak yang bisa ditelusuri. Skema ini, kalau dijalankan rapi, sebenarnya lebih tertib daripada memberi uang tunai di muka tanpa pertanggungjawaban.

Ringkasan

Reimbursement mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan karyawan untuk kepentingan perusahaan, tanpa menambah penghasilannya. Nilainya bukan pada besar kecil nominal, tetapi pada adanya bukti untuk setiap rupiah yang keluar. Tanpa bukti, reimbursement berubah menjadi celah kebocoran, bukan alat kontrol.

Jenis reimbursement yang umum di UMKM

Meski istilahnya satu, biaya yang bisa diganti bermacam-macam. Mengelompokkannya sejak awal memudahkan Anda menetapkan batas nominal dan jenis bukti untuk masing-masing. Berikut jenis yang paling sering muncul di usaha kecil dan menengah, lengkap dengan contoh nyata dan bukti yang lazim diminta.

Jenis reimbursementContoh pengeluaranBukti yang diperlukan
Transport dan perjalanan dinasTaksi ke lokasi klien, bensin kunjungan luar kota, tiket kereta, tol dan parkirStruk atau tangkapan layar aplikasi, tiket, surat tugas, catatan kilometer
Kesehatan dan medisObat, biaya periksa, atau tindakan yang ditanggung sesuai kebijakan perusahaanKuitansi klinik atau apotek, resep dokter, rincian tindakan
KomunikasiPulsa dan paket internet untuk keperluan kerja lapanganBukti pembelian pulsa atau tagihan, keterangan penggunaan kerja
Entertainment atau jamuanBiaya makan bersama klien, kopi saat pertemuan bisnisStruk restoran, nama tamu, tujuan pertemuan, daftar nominatif bila diperlukan
Perlengkapan dan alat tulis kantorKertas, tinta printer, materai, perlengkapan kecil yang dibeli mendadakStruk atau nota toko, foto barang bila perlu
Akomodasi dan konsumsi dinasHotel dan makan selama perjalanan dinas ke luar kotaKuitansi hotel, struk konsumsi, surat tugas perjalanan

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua jenis di atas cocok untuk setiap usaha. Warung makan dengan lima karyawan mungkin hanya butuh reimbursement transport dan alat tulis. Agensi digital dengan banyak kunjungan klien akan sering memakai jamuan dan komunikasi. Pilih jenis yang memang relevan, lalu buang sisanya agar kebijakan Anda tidak jadi dokumen tebal yang tidak pernah dibaca. Jenis biaya entertainment paling perlu kehati-hatian, karena batas antara jamuan kerja dan konsumsi pribadi kerap kabur di lapangan.

Beda reimbursement, tunjangan, dan petty cash

Tiga istilah ini sering dipakai bergantian di lapangan, padahal maknanya berbeda dan salah menempatkannya bisa mengacaukan catatan keuangan sekaligus perhitungan pajak. Cara paling mudah membedakannya adalah bertanya: uangnya dari mana lebih dulu, dan apakah perlu bukti.

AspekReimbursementTunjanganPetty cash
Uang keluar dariKantong karyawan lebih duluKas perusahaan, rutinKas kecil perusahaan di muka
Perlu bukti pengeluaranYa, wajibTidak, dibayar tetapYa, saat pertanggungjawaban
SifatMengganti biaya nyataTambahan penghasilan rutinDana talangan operasional harian
Masuk komponen upahTidakYaTidak

Tunjangan adalah uang tetap yang dibayar rutin sebagai bagian penghasilan. Misalnya tunjangan transport Rp 500.000 per bulan yang diterima setiap tanggal gajian tanpa perlu melampirkan struk. Karena melekat pada penghasilan, tunjangan tetap masuk komponen upah dan umumnya diperhitungkan dalam pajak. Reimbursement berbeda: tidak ada nominal tetap, yang diganti adalah biaya yang benar-benar keluar dan terbukti. Kalau bulan ini karyawan tidak ke mana-mana, tidak ada yang diganti. Anda bisa menelusuri bagaimana keduanya muncul terpisah di cara membaca slip gaji, dan mengapa tunjangan yang melekat menghitung ulang dasar upah dibahas di panduan gaji pokok serta struktur dan skala upah.

Petty cash atau kas kecil adalah cerita lain lagi. Di sini perusahaan menyerahkan sejumlah uang tunai di muka kepada seseorang, misalnya Rp 2.000.000, untuk membayar pengeluaran kecil sehari-hari. Karyawan tidak menalangi dengan uang pribadinya. Ketika dana menipis, ia mempertanggungjawabkan pengeluaran dengan kumpulan struk, lalu kas diisi ulang. Reimbursement mengalir dari karyawan ke perusahaan, sedangkan petty cash mengalir dari perusahaan lebih dulu. Menyadari arah aliran uang ini membantu Anda menempatkan pencatatan di kolom yang benar.

Proses klaim reimbursement yang rapi

Proses yang rapi bukan berarti berbelit. Justru sebaliknya, alur yang jelas membuat karyawan tidak segan mengajukan dan bagian keuangan tidak kewalahan memverifikasi. Berikut alur lima langkah yang menurut pengamatan kami paling jarang menimbulkan sengketa di UMKM.

Satu, pengeluaran terjadi dan bukti disimpan. Karyawan membayar biaya yang sah menurut kebijakan, lalu langsung menyimpan struk atau memotretnya di tempat. Kebiasaan memotret bukti seketika menyelamatkan banyak klaim, karena struk termal cepat pudar dan mudah hilang di saku.

Dua, pengajuan klaim. Karyawan mengisi formulir klaim yang menyebut tanggal, jenis biaya, nominal, dan tujuan, lalu melampirkan bukti. Formulir bisa berupa kertas, spreadsheet, atau aplikasi. Yang penting satu jalur, bukan tersebar di pesan pribadi yang gampang tertimbun.

Tiga, verifikasi. Atasan atau bagian keuangan mencocokkan nominal dengan bukti, memastikan biaya sesuai kebijakan, dan mengecek tidak ada klaim ganda. Di tahap inilah penggelembungan nominal tersaring, asalkan pemeriksa benar-benar membuka lampiran, bukan hanya menyetujui sambil lalu.

Empat, persetujuan. Klaim yang lolos diberi persetujuan. Untuk nominal besar, sebaiknya ada persetujuan bertingkat, misalnya di atas Rp 1.000.000 perlu persetujuan pemilik. Ambang ini melindungi Anda dari klaim besar yang lolos hanya karena pemeriksa sungkan.

Lima, pembayaran dan pencatatan. Uang dibayarkan, umumnya via transfer agar ada jejak, lalu klaim ditandai lunas dan tercatat sebagai biaya operasional. Banyak usaha menjadwalkan pembayaran reimbursement bersamaan dengan siklus payroll supaya rapi, meski keduanya dicatat di pos yang berbeda.

Pro Tip

Tetapkan batas waktu pengajuan, misalnya klaim harus masuk paling lambat tujuh hari setelah pengeluaran. Aturan ini terdengar galak, tetapi justru melindungi semua pihak. Bukti masih segar, ingatan masih jelas, dan keuangan tidak dikejutkan tagihan lama di akhir tahun yang sulit diverifikasi.

Dokumen dan bukti yang wajib ada

Bukti adalah nyawa dari reimbursement. Tanpa bukti, penggantian biaya berubah menjadi pemberian uang tanpa dasar, yang berisiko dari sisi keuangan maupun pajak. Karena itu, tentukan sejak awal dokumen apa yang wajib untuk tiap jenis klaim, dan konsisten menolak yang tidak lengkap.

Bukti paling dasar adalah struk, nota, faktur, atau kuitansi asli yang memuat empat hal: tanggal, nama penjual atau penyedia, rincian barang atau jasa, dan nominal. Struk yang cuma menuliskan angka total tanpa rincian sering menyulitkan verifikasi, apalagi kalau nominalnya besar. Untuk pembelian daring, tangkapan layar rincian pesanan dan bukti pembayaran biasanya sudah memadai.

Untuk jenis tertentu, bukti dasar perlu ditambah. Perjalanan dinas idealnya disertai surat tugas yang menyebut tujuan dan tanggal, agar jelas pengeluaran memang untuk urusan kerja. Jamuan klien sebaiknya dilampiri keterangan nama tamu dan tujuan pertemuan, sebab tanpa itu struk restoran sulit dibedakan dari makan siang pribadi. Biaya komunikasi cukup disertai keterangan singkat penggunaan kerja. Semakin besar nominal dan semakin rawan disalahgunakan suatu jenis biaya, semakin banyak keterangan yang pantas Anda minta.

Satu praktik yang sederhana tetapi ampuh: simpan bukti dalam bentuk digital. Foto atau pindai setiap struk lalu simpan di satu tempat, entah folder cloud maupun aplikasi. Struk kertas akan pudar dan hilang, sedangkan salinan digital bertahan dan mudah dicari saat ada pemeriksaan atau audit dari akuntan. Bagi usaha yang mulai merapikan administrasi karyawannya, kebiasaan ini sejalan dengan semangat memindahkan catatan dari ingatan ke sistem yang bisa ditelusuri, seperti yang kami bahas di panduan aplikasi HRD untuk UMKM.

Menyusun kebijakan reimbursement

Banyak masalah reimbursement sebenarnya bukan masalah orang, melainkan masalah aturan yang tidak pernah ditulis. Ketika tidak ada kebijakan, setiap klaim jadi negosiasi, setiap penolakan terasa personal, dan setiap orang punya tafsir sendiri soal apa yang boleh diganti. Kebijakan tertulis mengubah perdebatan menjadi rujukan.

Kebijakan yang baik tidak perlu panjang. Cukup menjawab beberapa pertanyaan mendasar dengan tegas. Biaya apa saja yang boleh diganti dan yang tidak. Berapa batas nominal untuk tiap jenis, misalnya jamuan klien maksimal Rp 300.000 per orang. Siapa yang menyetujui pada nominal tertentu. Bukti apa yang wajib dilampirkan. Berapa lama tenggat pengajuan dan kapan pembayaran dilakukan. Enam pertanyaan itu sudah cukup menjadi kerangka kebijakan satu halaman yang benar benar dipakai.

Hindari godaan membuat aturan yang terlalu longgar atau terlalu ketat. Aturan yang terlalu longgar mengundang penyalahgunaan, sementara aturan yang terlalu ketat membuat karyawan malas mengajukan lalu menanggung sendiri biaya yang sebenarnya hak mereka, dan itu menurunkan moral. Titik tengahnya adalah aturan yang jelas, batas yang masuk akal, dan proses yang tidak menyita waktu.

Catatan

Pendapat kami di Absenia, kebijakan reimbursement paling baik dianggap sebagai kontrak kepercayaan, bukan daftar larangan. Tuliskan apa yang boleh, beri batas yang wajar, lalu tegakkan bukti untuk semua orang tanpa kecuali. Pengecualian yang diberikan untuk satu orang dekat pemilik biasanya menular cepat dan meruntuhkan seluruh sistem, karena yang lain merasa berhak menuntut hal yang sama.

Mencatat dan mengontrol agar tidak bocor

Reimbursement yang tidak dikontrol adalah salah satu kebocoran biaya paling halus di usaha kecil. Nominalnya per klaim memang kecil, tetapi menumpuk diam-diam sepanjang tahun. Yang membuatnya berbahaya justru karena terlihat wajar, sehingga jarang diperiksa. Ada tiga celah yang paling sering menganga dan cara menutupnya.

Klaim ganda. Satu struk diajukan dua kali, atau biaya yang sudah dibayar petty cash diklaim lagi sebagai reimbursement. Cara menutupnya adalah pencatatan terpusat. Kalau semua klaim tercatat di satu tempat, mencocokkan tanggal dan nominal jadi mudah dan pengajuan berulang cepat ketahuan.

Penggelembungan nominal. Struk asli Rp 150.000 diklaim Rp 200.000, atau pengeluaran pribadi diselipkan ke klaim kerja. Verifikasi yang benar-benar membuka lampiran, ditambah batas nominal per jenis, mempersempit ruang gerak ini. Angka yang melewati kewajaran harus memicu pertanyaan, bukan persetujuan otomatis.

Biaya yang tidak semestinya diganti. Pengeluaran pribadi yang dibingkai sebagai keperluan kerja. Di sinilah kebijakan tertulis bekerja: kalau jenis biayanya tidak ada dalam daftar yang boleh diganti, klaim ditolak tanpa perlu berdebat panjang.

Dari sisi pencatatan, kuncinya adalah memindahkan reimbursement dari catatan yang berserakan ke satu rekap yang bisa dilihat total dan tren pengeluarannya. Spreadsheet bersama sudah jauh lebih baik daripada tumpukan struk di laci. Ketika volume klaim makin banyak, barulah masuk akal memakai sistem yang mencatat pengajuan, persetujuan, dan pembayaran dalam satu alur. Prinsipnya sama dengan merapikan kehadiran dan cuti: satu sumber data yang bisa ditelusuri, bukan ingatan yang mudah bocor. Absenia hari ini fokus pada fondasi itu, yaitu absensi selfie dengan verifikasi GPS, cuti dan izin beserta approval, atur shift, data karyawan, dan rekap yang bisa diekspor. Modul payroll beserta perhitungan gaji dan slip masih dalam pengembangan, jadi kami tidak menjanjikan yang belum ada. Bila Anda ingin memahami bagaimana penggantian biaya nantinya berdampingan dengan perhitungan gaji, kami uraikan konsepnya di software hitung gaji otomatis.

Sekilas perlakuan pajak reimbursement dan natura

Bagian ini perlu disampaikan dengan hati-hati, karena perpajakan berubah dari waktu ke waktu dan setiap kasus punya detail yang berbeda. Yang akan kami sampaikan adalah gambaran umum, bukan nasihat pajak untuk situasi spesifik Anda. Untuk keputusan yang mengikat, rujuk aturan resmi atau konsultasikan ke konsultan pajak.

Prinsip umumnya begini. Reimbursement murni, yaitu penggantian atas pengeluaran perusahaan yang ditalangi karyawan dan disertai bukti, pada umumnya tidak dianggap sebagai tambahan penghasilan bagi karyawan. Alasannya masuk akal: karyawan tidak menjadi lebih kaya, ia hanya menerima kembali uang yang sudah ia keluarkan. Karena bukan tambahan kemampuan ekonomis, penggantian semacam ini umumnya tidak diperlakukan sebagai objek PPh Pasal 21.

Persoalan menjadi lebih rumit ketika penggantian atau pemberian itu tergolong natura atau kenikmatan, yaitu imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang diberikan dalam bentuk barang atau fasilitas. Sejak berlakunya UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, pengaturan natura dan kenikmatan diperbarui, lalu dijabarkan lebih lanjut dalam PP Nomor 55 Tahun 2022 dan PMK Nomor 66 Tahun 2023. Aturan-aturan itu menegaskan bahwa natura dan kenikmatan sebagai imbalan kerja pada prinsipnya menjadi objek pajak bagi penerimanya, dengan sejumlah pengecualian yang dirinci di dalamnya, sementara bagi pemberi kerja biayanya pada prinsipnya dapat dikurangkan.

Batas antara reimbursement murni dan natura kadang tipis di lapangan, dan di situlah letak kehati-hatian. Penggantian ongkos taksi dinas dengan struk jelas berbeda dari, misalnya, pemberian fasilitas rutin yang dibingkai sebagai penggantian padahal sifatnya imbalan. Karena itu, dua hal yang kami tekankan tetap sama: simpan bukti yang rapi dan tuliskan kebijakan yang jelas. Keduanya bukan sekadar urusan kerapian administrasi, tetapi juga yang membuat Anda bisa menjelaskan sifat setiap pengeluaran bila suatu saat ditanya. Bila penggantian pada akhirnya harus diperlakukan sebagai penghasilan, dampaknya masuk ke perhitungan PPh 21 yang mekanismenya kami bahas terpisah di cara menghitung PPh 21 dengan skema TER.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu reimbursement dalam perusahaan?

Reimbursement adalah penggantian biaya yang lebih dulu ditalangi karyawan memakai uang pribadi untuk kepentingan perusahaan, lalu diganti setelah karyawan menyerahkan bukti pengeluaran. Contohnya ongkos taksi saat menemui klien, pembelian alat tulis kantor, atau pulsa untuk keperluan kerja. Uang yang dikembalikan sifatnya hanya mengganti pengeluaran, bukan tambahan penghasilan seperti gaji atau bonus.

Apa saja jenis reimbursement yang umum?

Jenis yang paling sering dipakai di UMKM adalah reimbursement transport dan perjalanan dinas, biaya kesehatan atau medis, biaya komunikasi seperti pulsa dan paket internet, biaya entertainment atau jamuan klien, serta pembelian perlengkapan dan alat tulis kantor. Setiap jenis sebaiknya punya batas nominal dan jenis bukti yang jelas agar mudah diverifikasi.

Apa beda reimbursement dengan tunjangan?

Tunjangan adalah sejumlah uang tetap yang dibayarkan rutin sebagai bagian dari penghasilan, misalnya tunjangan transport Rp 500.000 per bulan yang diterima tanpa perlu menyerahkan struk. Reimbursement adalah penggantian atas pengeluaran nyata yang sudah terjadi dan wajib disertai bukti. Tunjangan masuk komponen upah dan umumnya kena pajak, sedangkan reimbursement murni hanya mengembalikan uang perusahaan.

Bukti apa saja yang diperlukan untuk klaim reimbursement?

Bukti utamanya adalah struk atau nota asli, faktur, atau kuitansi yang mencantumkan tanggal, nama penjual, rincian barang atau jasa, dan nominal. Untuk perjalanan dinas biasanya ditambah surat tugas dan tiket. Untuk jamuan klien sering diminta keterangan nama tamu dan tujuannya. Tanpa bukti yang jelas, klaim sebaiknya tidak disetujui agar catatan tetap dapat dipertanggungjawabkan.

Apakah reimbursement kena pajak PPh 21?

Reimbursement murni yang hanya mengganti pengeluaran perusahaan dan disertai bukti umumnya bukan tambahan penghasilan bagi karyawan, sehingga tidak diperlakukan sebagai objek PPh 21. Namun bila penggantian diberikan dalam bentuk yang tergolong natura atau kenikmatan sebagai imbalan kerja, perlakuannya bisa berbeda menurut PP Nomor 55 Tahun 2022 dan PMK Nomor 66 Tahun 2023. Untuk kasus spesifik sebaiknya periksa aturan resmi atau konsultasikan ke konsultan pajak.

Bagaimana cara mengontrol reimbursement agar tidak bocor?

Kuncinya ada tiga: kebijakan tertulis yang menyebut jenis biaya yang boleh diganti beserta batas nominalnya, kewajiban melampirkan bukti asli untuk setiap klaim, dan pencatatan terpusat sehingga semua pengajuan tercatat dan bisa ditelusuri. Persetujuan bertingkat dan pengecekan klaim ganda membuat penggelembungan nominal jauh lebih sulit dilakukan. Untuk membandingkan paket dan biayanya, semuanya terbuka di halaman harga, atau lihat seluruh fitur dan mulai dari paket gratis lewat halaman daftar.

Sumber

  1. UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (pengertian upah sebagai imbalan atas pekerjaan)
  2. UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (dasar pengaturan natura dan kenikmatan)
  3. PP Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan (perlakuan natura dan kenikmatan)
  4. PMK Nomor 66 Tahun 2023 tentang Perlakuan PPh atas Penggantian atau Imbalan dalam Bentuk Natura dan/atau Kenikmatan

Mulai gratis, tanpa kartu kredit.

Gratis selamanya untuk tim di bawah 10 karyawan. Berhenti kapan saja.