Surat Pengunduran Diri: Format, Aturan, dan Contohnya
Surat pengunduran diri adalah pemberitahuan tertulis resign, wajib diajukan minimal 30 hari sebelumnya sesuai PP 35/2021. Simak format, isi, dan 3 contohnya.

Surat pengunduran diri adalah dokumen tertulis resmi yang menyatakan keinginan karyawan untuk mengakhiri hubungan kerja, lengkap dengan tanggal efektif berhenti dan alasan singkatnya. Bagi karyawan, surat ini adalah bukti bahwa proses resign dijalankan sesuai prosedur. Bagi Anda sebagai pemberi kerja, surat ini adalah titik mula dari serangkaian proses administratif: menghitung masa pemberitahuan, menyiapkan serah terima pekerjaan, sampai menyelesaikan hak terakhir karyawan. Panduan ini membahas fungsi surat pengunduran diri, aturan pemberitahuan 30 hari sebelum resign, isi minimal yang wajib ada, tiga contoh surat siap pakai, etika resign yang perlu dijaga karyawan, cara Anda memproses pengunduran diri dari sisi HR, sampai bedanya dengan paklaring yang sering tertukar.
Apa itu surat pengunduran diri dan fungsinya
Secara sederhana, surat pengunduran diri adalah pemberitahuan tertulis bahwa seorang karyawan hendak mengakhiri hubungan kerjanya, ditujukan kepada atasan langsung atau HRD. Bentuknya bisa selembar kertas berkop resmi, email formal, atau dokumen digital di sistem HR, tetapi isinya harus jelas menyatakan niat berhenti dan sejak kapan berlaku efektif. Pemberitahuan lisan saja, misalnya sekadar mengatakan "saya mau resign" di sela obrolan, belum bisa disebut surat pengunduran diri karena tidak ada jejak tanggal yang bisa dijadikan patokan.
Fungsinya berlaku dua arah. Untuk karyawan, surat ini menjadi bukti bahwa dirinya sudah menempuh prosedur resign yang benar, sesuatu yang bisa dirujuk kembali kalau kelak ada pertanyaan seputar alasan berhenti atau tanggal terakhir bekerja. Untuk Anda sebagai pemberi kerja, surat ini adalah pemicu resmi. Begitu diterima, tanggal suratlah yang menjadi dasar menghitung masa pemberitahuan, menyusun jadwal serah terima, menghitung sisa cuti, dan menyiapkan dokumen offboarding lainnya termasuk paklaring.
Pendapat kami di Absenia, banyak usaha kecil masih menganggap resign cukup selesai lewat obrolan santai dengan atasan. Kebiasaan ini terlihat sepele sampai muncul perselisihan soal kapan sebenarnya karyawan itu mulai mengajukan berhenti, terutama saat menghitung apakah masa pemberitahuan 30 hari sudah terpenuhi atau belum. Surat tertulis menutup celah itu. Tanggalnya jelas, isinya jelas, dan tidak bergantung pada ingatan dua orang yang bisa saja berbeda versi.
Surat pengunduran diri adalah pemberitahuan tertulis karyawan untuk mengakhiri hubungan kerja, bukan sekadar obrolan lisan. Fungsinya sebagai bukti prosedur bagi karyawan dan sebagai pemicu proses administratif bagi perusahaan, mulai dari masa pemberitahuan sampai penyelesaian hak terakhir.
Aturan pemberitahuan 30 hari sebelum resign
UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menjadi dasar hubungan kerja secara umum, termasuk soal berakhirnya hubungan kerja. Setelah UU Cipta Kerja mengubah banyak ketentuan soal pemutusan hubungan kerja, aturan turunan yang berlaku hari ini untuk teknis PHK termasuk pengunduran diri diatur dalam PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja. Peraturan ini mencantumkan pengunduran diri atas kemauan sendiri sebagai salah satu alasan sahnya PHK, dengan syarat yang harus dipenuhi karyawan: mengajukan permohonan secara tertulis paling lambat 30 hari sebelum tanggal mulai berhenti, tidak sedang terikat dalam ikatan dinas, dan tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal berhenti itu tiba.
Konsekuensinya penting untuk Anda pahami dari dua sisi. Kalau karyawan mengajukan resign mendadak, misalnya hanya seminggu sebelum berhenti, secara prosedural dia belum memenuhi syarat pengunduran diri yang baik. Anda berhak membicarakan konsekuensinya, termasuk soal hak-hak yang biasanya diberikan untuk resign yang tertib seperti uang pisah, apabila haknya sudah diatur dalam peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama. Di sisi lain, Anda sebagai pemberi kerja juga terikat: begitu surat pengunduran diri yang sah diterima, Anda tidak berhak menahan karyawan bekerja lebih lama dari tanggal efektif yang sudah disepakati, kecuali ada kesepakatan baru.
| Waktu | Aktivitas karyawan | Aktivitas HR atau perusahaan |
|---|---|---|
| Hari surat diserahkan (H-30) | Menyerahkan surat pengunduran diri tertulis kepada atasan atau HRD | Mencatat tanggal surat diterima sebagai awal hitungan 30 hari, konfirmasi penerimaan secara tertulis |
| H-30 sampai H-14 | Menyelesaikan pekerjaan berjalan, mulai menyusun catatan serah terima | Menyiapkan checklist handover, mencari pengganti sementara atau permanen |
| H-14 sampai H-7 | Menyerahkan aset dan akses secara bertahap sesuai jadwal | Menghitung sisa cuti dan estimasi hak-hak terakhir |
| H-7 sampai H-1 | Menyelesaikan serah terima tugas dan relasi kerja yang masih berjalan | Menyiapkan paklaring, menjadwalkan penonaktifan akses di hari terakhir |
| Hari terakhir | Menyerahkan seluruh aset perusahaan, tanda tangan berita acara serah terima | Menyerahkan paklaring, menyelesaikan gaji terakhir, melaporkan status nonaktif ke BPJS Ketenagakerjaan |
Untuk karyawan kontrak atau PKWT, resign sebelum masa kontraknya habis punya konsekuensi tersendiri yang berkaitan dengan hak uang kompensasi. Perhitungan lengkapnya kami bahas terpisah di panduan uang kompensasi PKWT, supaya Anda tidak keliru menyamakan aturannya dengan karyawan tetap.
Pendapat kami di Absenia, masa pemberitahuan 30 hari sebaiknya diperlakukan sebagai batas minimal, bukan target ideal. Karyawan yang memberi kabar lebih awal, misalnya 45 hari sebelum berhenti terutama untuk posisi yang sulit dicari penggantinya, memberi Anda ruang jauh lebih longgar untuk transisi yang mulus. Sebaliknya, memaksakan proses handover yang rumit dalam waktu kurang dari 30 hari hampir selalu menghasilkan serah terima yang setengah jadi, dan yang menanggung akibatnya adalah tim yang ditinggalkan.
Isi minimal surat pengunduran diri
Tidak ada format baku yang diwajibkan peraturan untuk surat pengunduran diri, tetapi ada unsur-unsur yang membuatnya lengkap dan mudah diproses HR. Berikut yang sebaiknya selalu ada.
- Tempat dan tanggal surat dibuat.
- Tujuan surat: kepada pimpinan langsung atau HRD, dengan nama dan jabatan yang jelas.
- Identitas pengirim: nama lengkap, jabatan, divisi, dan nomor induk karyawan bila ada.
- Pernyataan resign yang eksplisit, bukan kalimat samar-samar.
- Tanggal efektif berhenti, dihitung mundur minimal 30 hari dari tanggal surat.
- Alasan singkat dengan bahasa netral, boleh umum seperti melanjutkan karier di tempat lain.
- Pernyataan kesediaan menyelesaikan serah terima tugas sampai hari terakhir.
- Ucapan terima kasih atas kesempatan bekerja, lalu tanda tangan.
Pendapat kami di Absenia, bagian yang paling sering diabaikan justru bukan alasan resign, melainkan tanggal efektif berhenti. Banyak surat hanya menulis "saya mengundurkan diri" tanpa tanggal pasti, sehingga HR harus menghubungi karyawan lagi untuk mengonfirmasi kapan hari terakhirnya. Menulis tanggal efektif sejak awal menghemat satu putaran komunikasi yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Tulis alasan berhenti seperlunya dan senetral mungkin, misalnya melanjutkan karier atau alasan pribadi. Surat pengunduran diri bukan tempat menumpahkan kekecewaan pada perusahaan atau atasan. Nada yang terlalu emosional bisa memengaruhi bagaimana Anda menuliskan paklaring nanti, padahal dokumen itu akan dibawa karyawan untuk melamar kerja di tempat baru.
Bedanya surat pengunduran diri dengan paklaring
Dua dokumen ini sering tertukar karena sama-sama muncul di sekitar momen karyawan berhenti, padahal fungsinya berlawanan arah. Surat pengunduran diri mengalir dari karyawan ke perusahaan, isinya permohonan untuk berhenti. Paklaring mengalir dari perusahaan ke karyawan, isinya keterangan bahwa yang bersangkutan pernah bekerja. Kalau Anda ingin memahami paklaring lebih dalam, termasuk kewajiban menerbitkannya dan perannya saat klaim JHT, kami membahasnya tuntas di panduan paklaring.
| Aspek | Surat pengunduran diri | Paklaring |
|---|---|---|
| Siapa yang membuat | Karyawan | Perusahaan atau pemberi kerja |
| Kapan diterbitkan | Sebelum hubungan kerja berakhir, minimal 30 hari sebelumnya | Saat atau setelah hubungan kerja berakhir |
| Sifat dokumen | Permohonan atau pemberitahuan | Keterangan atau bukti |
| Isi inti | Pernyataan ingin berhenti dan tanggal efektif | Pernyataan pernah bekerja, periode, dan jabatan terakhir |
| Fungsi utama | Memicu masa pemberitahuan dan proses serah terima | Bukti pengalaman kerja dan dokumen klaim JHT |
Pendapat kami di Absenia, urutan yang benar selalu begini: surat pengunduran diri dulu, proses handover berjalan, baru di penghujung masa kerja Anda menerbitkan paklaring. Perusahaan yang menukar urutan ini, misalnya menahan proses resign sampai paklaring "dijanjikan" lebih dulu, biasanya berakhir dengan komunikasi yang berbelit dan karyawan yang pergi dengan kesan buruk.
Etika resign yang perlu dijaga karyawan
Aturan hukum mengatur batas minimal, tetapi etika resign yang baik biasanya melampaui apa yang diwajibkan peraturan. Berikut kebiasaan yang membuat proses berhenti berjalan mulus untuk kedua pihak.
Sampaikan ke atasan langsung lebih dulu. Sebelum kabar resign menyebar ke rekan kerja lain, atasan langsung sebaiknya mendengar langsung dari yang bersangkutan. Karyawan yang mengetahui kabar resign dari orang lain sebelum dari yang bersangkutan sendiri sering menimbulkan kesan tidak dihargai.
Patuhi masa pemberitahuan yang berlaku. Kecuali ada kondisi darurat yang benar-benar tidak bisa dihindari, penuhi masa 30 hari atau ketentuan yang berlaku di perusahaan Anda. Resign mendadak menyulitkan tim yang ditinggalkan dan bisa memengaruhi hak-hak yang biasanya melekat pada resign yang tertib.
Susun serah terima secara tertulis. Daftar pekerjaan yang sedang berjalan, status masing-masing, dan siapa yang akan melanjutkan, sebaiknya didokumentasikan, bukan hanya disampaikan lisan pada hari terakhir.
Jaga nada profesional sampai hari terakhir. Sekesal apa pun alasan sebenarnya di balik keputusan berhenti, surat dan sikap selama masa transisi sebaiknya tetap sopan. Dunia kerja di Indonesia relatif tidak terlalu luas; reputasi yang dibawa dari cara seseorang keluar sering kali menyusul ke tempat kerja berikutnya.
Pendapat kami di Absenia, etika resign sebenarnya berlaku dua arah. Karyawan menjaga profesionalisme di jalan keluar, dan perusahaan menjaga profesionalisme dengan memproses resign tanpa mempersulit, menahan hak, atau membuat masa 30 hari terasa seperti hukuman. Hubungan kerja yang berakhir baik adalah aset, bukan sekadar formalitas administratif.
3 contoh surat pengunduran diri
Tiga contoh berikut mewakili situasi yang paling sering ditemui: resign baik-baik dengan alasan umum, resign karena pindah domisili, dan resign dari karyawan kontrak atau PKWT. Sesuaikan detail nama, jabatan, dan tanggal dengan kondisi Anda.
Contoh 1. Surat pengunduran diri baik-baik.
Yogyakarta, 3 Agustus 2026
Kepada Yth.
Bapak/Ibu HRD PT Cipta Nusantara Mandiri
di tempat
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: Bayu Kristanto
Jabatan: Staf Pemasaran
Divisi: Marketing
Dengan surat ini saya bermaksud mengajukan pengunduran diri dari posisi saya, terhitung efektif mulai tanggal 3 September 2026, sesuai dengan ketentuan pemberitahuan 30 hari yang berlaku di perusahaan. Keputusan ini saya ambil untuk melanjutkan jenjang karier di bidang yang berbeda. Saya siap menyelesaikan seluruh pekerjaan yang masih berjalan dan melakukan serah terima tugas kepada rekan yang ditunjuk selama masa transisi.
Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan, bimbingan, dan pengalaman berharga selama bekerja di perusahaan ini. Mohon maaf apabila selama bekerja terdapat kekurangan.
Hormat saya,
Bayu Kristanto
Contoh 2. Surat pengunduran diri karena pindah domisili.
Sleman, 3 Agustus 2026
Kepada Yth.
Kepala Bagian Operasional CV Sinergi Abadi
di tempat
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: Ratna Wulandari
Jabatan: Admin Keuangan
Melalui surat ini saya mengajukan pengunduran diri terhitung efektif mulai tanggal 3 September 2026, karena mengikuti kepindahan tugas suami ke luar kota sehingga saya tidak dapat melanjutkan pekerjaan di lokasi yang sama. Saya menyampaikan hal ini 30 hari sebelum tanggal efektif agar perusahaan memiliki waktu yang cukup untuk mencari pengganti.
Saya bersedia membantu proses serah terima pekerjaan, termasuk menyusun catatan tugas yang sedang berjalan, hingga hari kerja terakhir saya. Terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan selama ini.
Hormat saya,
Ratna Wulandari
Contoh 3. Surat pengunduran diri dari karyawan kontrak (PKWT).
Bantul, 3 Agustus 2026
Kepada Yth.
Pimpinan UD Berkah Jaya Sentosa
di tempat
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: Fajar Nugroho
Jabatan: Operator Produksi (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu)
Dengan surat ini saya mengajukan pengunduran diri dari posisi saya sebelum masa kontrak kerja saya berakhir, terhitung efektif mulai tanggal 3 September 2026. Saya menyadari pengunduran diri ini terjadi sebelum jangka waktu kontrak selesai dan siap mendiskusikan konsekuensinya sesuai ketentuan yang berlaku di perusahaan. Alasan saya adalah mendapat kesempatan kerja tetap di tempat lain yang tidak dapat saya tunda.
Saya siap menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawab saya dan melakukan serah terima secara tertib hingga tanggal efektif tersebut. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul, dan terima kasih atas kesempatan bekerja selama ini.
Hormat saya,
Fajar Nugroho
Untuk contoh 3, perlu Anda ingat bahwa resign sebelum PKWT berakhir berpotensi memengaruhi perhitungan uang kompensasi karyawan tersebut. Rumus dan syaratnya kami uraikan lengkap di panduan uang kompensasi PKWT, supaya Anda tidak salah menghitung hak yang tersisa.
Cara memproses pengunduran diri dari sudut pemberi kerja
Bagian ini kami tulis khusus dari sudut pandang Anda sebagai pemilik usaha atau HR, karena kebanyakan panduan surat pengunduran diri hanya membahas dari sisi karyawan. Berikut urutan yang kami sarankan begitu surat diterima.
Satu, konfirmasi penerimaan secara tertulis. Balas surat karyawan dengan pernyataan bahwa pengunduran dirinya diterima dan sepakati tanggal efektif berhenti. Konfirmasi ini menutup ruang kesalahpahaman soal kapan sebenarnya masa 30 hari mulai dihitung.
Dua, hitung sisa cuti dan hak-hak lain. Cek sisa cuti tahunan yang belum diambil, karena umumnya perlu dikonversi atau digunakan sebelum hari terakhir. Data yang rapi mempercepat perhitungan ini, apalagi kalau rekap cuti dan kehadiran karyawan tersebut sudah tercatat sejak hari pertama, bukan tercecer di banyak spreadsheet berbeda.
Tiga, susun checklist serah terima. Daftar pekerjaan yang sedang berjalan, siapa penggantinya, dan tenggat penyelesaiannya. Checklist tertulis mencegah pekerjaan penting terlewat begitu karyawan benar-benar pergi.
Empat, jadwalkan penonaktifan akses. Akun email, sistem internal, dan akses fisik seperti kunci atau kartu sebaiknya dinonaktifkan tepat di hari terakhir, bukan beberapa hari setelahnya.
Lima, selesaikan gaji terakhir dan terbitkan paklaring. Dua dokumen ini idealnya siap di hari terakhir karyawan bekerja. Format dan isi minimal paklaring yang benar kami bahas tuntas di panduan paklaring.
Enam, laporkan status nonaktif ke BPJS Ketenagakerjaan. Halaman resmi prosedur klaim BPJS Ketenagakerjaan menyebut bahwa keterangan pengunduran diri dari pemberi kerja dapat berupa informasi nonaktif peserta pada sistem aplikasi berdasarkan laporan pemberi kerja. Artinya laporan ini sama pentingnya dengan surat fisik, karena sistemlah yang dicek saat mantan karyawan Anda mengajukan klaim JHT.
Pendapat kami di Absenia, kecepatan memproses resign sangat bergantung pada seberapa rapi data karyawan Anda sejak awal. Perusahaan yang datanya tersebar di banyak spreadsheet dan percakapan chat biasanya butuh berhari-hari hanya untuk menghitung sisa cuti satu orang. Absenia menyimpan data karyawan, riwayat kehadiran, dan cuti dalam satu tempat yang bisa direkap dan diekspor, sehingga saat ada yang resign Anda tinggal menarik datanya, bukan menyusunnya dari nol. Perlu kami sampaikan dengan jujur, modul payroll dan penerbitan slip gaji otomatis masih dalam pengembangan, jadi perhitungan gaji terakhir dan pelaporan ke BPJS Ketenagakerjaan tetap Anda proses lewat kanal masing-masing untuk saat ini.
Kesalahan umum seputar surat pengunduran diri
Dari kesalahan yang paling sering kami temui, baik dari sisi karyawan maupun perusahaan, berikut yang paling penting untuk dihindari.
Resign lisan tanpa surat tertulis. Tanpa dokumen, tidak ada patokan tanggal yang jelas untuk menghitung masa pemberitahuan, dan berpotensi menimbulkan perselisihan soal kapan sebenarnya proses berhenti dimulai.
Menghitung 30 hari dari tanggal yang salah. Masa pemberitahuan dihitung sejak surat diterima perusahaan, bukan sejak karyawan menuliskannya di rumah beberapa hari sebelumnya. Selisih ini sering menjadi sumber perdebatan kecil yang sebenarnya bisa dihindari dengan konfirmasi tertulis di awal.
Alasan yang ditulis terlalu emosional. Keluhan panjang tentang atasan atau rekan kerja di surat pengunduran diri jarang membantu, dan justru bisa memengaruhi hubungan yang sebelumnya masih bisa diselamatkan secara profesional.
Perusahaan menahan hak sebagai leverage. Menunda gaji terakhir atau paklaring karena serah terima dianggap belum sempurna adalah praktik yang berisiko. Kalau ada pelanggaran serius sebelum resign, jalurnya adalah mekanisme teguran tertulis yang kami bahas di panduan surat peringatan karyawan, bukan menahan hak administratif karyawan yang sudah keluar.
Tidak ada catatan handover tertulis. Serah terima yang hanya disampaikan lisan pada hari terakhir sering membuat pekerjaan penting terlewat begitu karyawan benar- benar pergi, dan yang menanggung akibatnya adalah tim yang ditinggalkan.
Kalau proses keluarnya karyawan Anda masih rawan kesalahan seperti di atas, mulai dari merapikan dasarnya: pastikan setiap karyawan punya kontrak kerja yang jelas sejak masuk, termasuk soal masa percobaan kerja bila statusnya PKWTT, sehingga saat karyawan itu resign, seluruh riwayatnya sudah tercatat rapi dan tinggal dirujuk. Anda bisa melihat fitur pencatatan data karyawan dan cuti yang sudah berjalan di halaman fitur, dan membandingkan paketnya di halaman harga, termasuk paket gratis untuk tim di bawah 10 karyawan. Kalau Anda ingin mencobanya langsung, silakan daftar tanpa biaya implementasi dan tanpa kartu kredit.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa itu surat pengunduran diri?
Surat pengunduran diri adalah dokumen tertulis dari karyawan kepada perusahaan yang menyatakan keinginan mengakhiri hubungan kerja, lengkap dengan tanggal efektif berhenti. Fungsinya sebagai pemicu resmi proses resign: menghitung masa pemberitahuan, memulai serah terima pekerjaan, dan menjadi dasar penyelesaian hak-hak terakhir karyawan.
Berapa lama sebelum resign karyawan harus memberi tahu perusahaan?
Praktik yang berlaku di Indonesia mengacu pada PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja, aturan turunan UU Cipta Kerja yang mengatur pemutusan hubungan kerja termasuk karena pengunduran diri. Syarat sahnya adalah mengajukan permohonan tertulis paling lambat 30 hari sebelum tanggal mulai berhenti, tidak sedang terikat ikatan dinas, dan tetap melaksanakan kewajiban sampai tanggal berhenti tersebut.
Apa saja isi minimal surat pengunduran diri?
Minimal delapan unsur: tempat dan tanggal surat dibuat, tujuan surat kepada pimpinan atau HRD, identitas pengirim, pernyataan resign secara eksplisit, tanggal efektif berhenti, alasan singkat dengan bahasa netral, pernyataan kesediaan menyelesaikan serah terima, dan tanda tangan. Alasan boleh ditulis singkat, tidak perlu detail yang emosional.
Apa bedanya surat pengunduran diri dengan paklaring?
Surat pengunduran diri dibuat karyawan sebelum hubungan kerja berakhir, isinya permohonan berhenti. Paklaring dibuat perusahaan setelah hubungan kerja berakhir, isinya keterangan bahwa karyawan tersebut pernah bekerja beserta periode dan jabatan terakhirnya. Satu adalah permohonan dari karyawan, satu lagi adalah bukti dari perusahaan.
Apakah karyawan kontrak (PKWT) boleh resign sebelum kontrak berakhir?
Boleh secara praktik, meski PKWT idealnya berjalan sampai jangka waktu yang disepakati. Karyawan tetap disarankan mengajukan surat pengunduran diri tertulis dengan pemberitahuan yang wajar, mengikuti ketentuan yang berlaku di perusahaan tersebut. Hal ini bisa berkaitan dengan hak uang kompensasi PKWT yang perhitungannya kami bahas terpisah di panduan uang kompensasi PKWT.
Apa yang harus dilakukan perusahaan setelah menerima surat pengunduran diri?
Konfirmasi penerimaan secara tertulis dan catat tanggal efektif berhenti, hitung sisa cuti dan hak-hak lain, susun checklist serah terima tugas, nonaktifkan akses sistem di hari terakhir, selesaikan gaji terakhir, terbitkan paklaring, dan laporkan status nonaktif kepesertaan karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan.
Sumber
- UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (dasar hubungan kerja dan berakhirnya hubungan kerja)
- PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja (alasan PHK termasuk pengunduran diri Pasal 36, syarat sah pengunduran diri dan pemberitahuan 30 hari Pasal 50)
- BPJS Ketenagakerjaan, Prosedur Klaim: dokumen keterangan pengunduran diri dari pemberi kerja untuk klaim JHT skenario mengundurkan diri


