Panduan HR

Serah Terima Jabatan: Panduan, Checklist, dan Contoh BAST

Serah terima jabatan adalah proses memindahkan tugas, dokumen, aset, dan akses digital dari karyawan lama ke penggantinya. Panduan lengkap berisi checklist per kategori, durasi masa transisi, dan kerangka Berita Acara Serah Terima untuk UMKM.

Oleh Tim Absenia · 3 Oktober 2026 · 12 menit baca
Serah Terima Jabatan: Panduan, Checklist, dan Contoh BAST

Serah terima jabatan adalah proses memindahkan tugas, dokumen, aset, akses digital, dan tanggung jawab dari karyawan yang meninggalkan sebuah posisi kepada orang yang menggantikannya, lalu mencatat perpindahan itu dalam satu dokumen resmi yang ditandatangani kedua pihak. Di perusahaan besar prosesnya sudah baku dan ada formulirnya. Di UMKM, kenyataannya sering begini: karyawan pamit hari Jumat, laptop dikembalikan, dan sisanya diselesaikan lewat pesan yang perlahan berhenti dibalas. Tiga minggu kemudian barulah ketahuan bahwa akun iklan masih atas nama dia, berkas penawaran klien tersimpan di penyimpanan awan pribadinya, dan tidak ada satu pun orang yang tahu sampai mana pesanan pelanggan diproses. Panduan ini membedah kapan serah terima wajib dilakukan, siapa saja yang terlibat, apa yang diserahkan, berapa lama masa transisinya, cara menyusun Berita Acara Serah Terima, dan risiko nyata kalau langkah ini dilewati.

Apa itu serah terima jabatan

Secara sederhana, serah terima jabatan adalah pemindahan kepemilikan pekerjaan. Bukan pemindahan orangnya, melainkan pemindahan semua hal yang selama ini melekat pada kursi tersebut: berkas, alat, akun, kewenangan, dan janji yang sedang berjalan ke pihak luar. Selama seseorang menduduki sebuah posisi, hal-hal itu terkumpul pelan-pelan tanpa pernah didaftar. Ketika dia pergi, daftar itulah yang tiba-tiba dibutuhkan dan ternyata tidak pernah ada.

Ada tiga lapisan yang berpindah dalam satu proses serah terima. Lapisan pertama adalah barang, yaitu apa pun yang bisa dipegang dan dihitung, seperti laptop, kunci, seragam, dan berkas cetak. Lapisan kedua adalah akses, yaitu hak untuk masuk ke suatu tempat atau sistem, mulai dari kunci gudang sampai akun surel dan panel admin. Lapisan ketiga, yang paling sulit dan paling sering diabaikan, adalah konteks: alasan di balik keputusan yang pernah diambil, kebiasaan seorang klien, dan hal-hal yang tidak tertulis di mana pun tetapi menentukan kelancaran pekerjaan bulan depan.

Banyak pemilik usaha mengira serah terima itu urusan lapisan pertama saja. Laptop kembali, selesai. Padahal biaya terbesar justru muncul dari lapisan ketiga. Mengganti laptop hilang adalah kerugian yang bisa dihitung sekali. Kehilangan konteks membuat penggantinya mengulang kesalahan yang sama selama tiga bulan, dan itu tidak pernah muncul sebagai angka di laporan mana pun.

Pendapat kami di Absenia, serah terima jabatan sebaiknya diperlakukan sebagai kembaran dari proses onboarding karyawan baru. Kalau Anda punya daftar hal yang diberikan pada hari pertama, sebenarnya Anda sudah punya sembilan puluh persen daftar hal yang harus ditarik kembali pada hari terakhir. Perusahaan yang rapi biasanya membuat kedua daftar itu dari satu sumber yang sama, bukan dari ingatan dua orang yang berbeda.

Ringkasan

Serah terima jabatan memindahkan tiga hal sekaligus: barang, akses, dan konteks. Barang paling mudah dicek, akses paling berbahaya kalau terlewat, dan konteks paling mahal kalau hilang. Dokumen serah terima adalah cara memaksa ketiganya dibicarakan sebelum orangnya benar-benar pergi.

Kapan serah terima jabatan wajib dilakukan

Tidak ada peraturan ketenagakerjaan yang memakai istilah serah terima jabatan secara khusus, jadi jangan mencari pasalnya. Yang ada adalah kewajiban yang membuat serah terima menjadi keharusan praktis. PP Nomor 35 Tahun 2021 Pasal 36 huruf i menyebut bahwa pekerja yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri harus mengajukan permohonan tertulis paling lambat 30 hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri, tidak terikat ikatan dinas, dan tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri. Kalimat terakhir itu penting. Selama masa pemberitahuan, karyawan masih terikat kewajiban, dan menyerahkan pekerjaan dengan tertib adalah bagian dari kewajiban itu.

Ada empat situasi yang menuntut serah terima jabatan dilakukan dengan serius:

  • Karyawan mengundurkan diri. Ini kasus paling umum. Hitungan masa transisi dimulai dari tanggal surat pengunduran diri diterima, bukan dari tanggal orangnya mulai malas datang.
  • Karyawan dipromosikan atau dimutasi. Sering dianggap ringan karena orangnya masih di kantor yang sama. Justru di sinilah serah terima paling sering setengah jalan, sebab semua merasa bisa bertanya kapan saja, lalu tidak pernah bertanya.
  • Hubungan kerja berakhir dari sisi perusahaan. Baik karena kontrak habis maupun pemutusan hubungan kerja. Situasi ini paling sensitif karena hubungan bisa memanas, jadi urutannya harus dibalik: amankan akses dan aset lebih dulu, baru bicara detail pekerjaan.
  • Karyawan mengambil cuti panjang. Misalnya cuti melahirkan atau cuti sakit berkepanjangan. Serah terimanya bersifat sementara, tetapi isinya tetap sama, dan dokumennya justru lebih penting karena orangnya akan kembali dan perlu tahu apa yang terjadi selama dia pergi.

Yang sering kami temui di lapangan, pemilik usaha baru memikirkan serah terima setelah karyawan menyerahkan surat pengunduran diri. Terlalu terlambat. Waktu terbaik menyiapkan kerangka serah terima adalah saat suasana sedang normal dan tidak ada yang mau pergi, karena pada saat itu semua orang masih mau bicara jujur soal apa saja yang sebenarnya mereka pegang. Kalau uraian tugas tiap posisi sudah tertulis rapi lewat job description yang jelas, separuh pekerjaan menyusun daftar serah terima sudah selesai sejak awal.

Siapa saja yang terlibat dan perannya

Kesalahan paling umum di UMKM adalah menganggap serah terima itu urusan dua orang: yang pergi dan yang datang. Kalau hanya berdua, tidak ada yang menengahi ketika keduanya berbeda ingatan, dan tidak ada yang bertanggung jawab kalau ada item yang terlewat. Minimal ada empat peran yang perlu hadir, walaupun di usaha kecil satu orang bisa memegang dua peran sekaligus.

Pihak yang menyerahkan. Karyawan yang meninggalkan posisi. Tugasnya menyusun daftar isi pekerjaan, menyiapkan catatan status, dan hadir saat pengecekan. Kewajiban ini melekat sampai tanggal terakhir dia bekerja, bukan sampai dia merasa sudah cukup membantu.

Pihak yang menerima. Bisa pengganti tetap, bisa pejabat sementara, bisa juga atasan langsung kalau posisi penggantinya belum terisi. Tugasnya bukan sekadar menandatangani, tetapi memeriksa. Menandatangani daftar tanpa membuka satu pun berkas sama saja dengan mewarisi masalah yang belum kelihatan.

Atasan langsung. Berperan sebagai saksi sekaligus penilai kelengkapan. Dia orang yang paling tahu apakah daftar itu masuk akal atau ada yang hilang. Kalau posisi atasan langsung tidak jelas, artinya struktur organisasi perusahaan Anda memang perlu dibereskan lebih dulu.

HRD atau pemilik usaha. Pemegang dokumen dan penjaga urutan. Dia yang memastikan berita acara dibuat, ditandatangani, disimpan, dan dipakai sebagai syarat penerbitan paklaring serta pembayaran gaji terakhir. Di usaha kecil peran ini biasanya jatuh ke pemilik. Uraian lengkap tanggung jawabnya kami bahas di artikel tugas HRD.

Dua peran tambahan sering dibutuhkan: pemegang administrasi sistem untuk urusan akun dan akses, serta bagian keuangan kalau posisi tersebut memegang kas, piutang, atau kartu perusahaan. Di UMKM keduanya biasanya dirangkap pemilik. Yang penting bukan jumlah orangnya, melainkan kepastian bahwa akses dan uang dicek oleh orang yang berbeda dari yang menyerahkan.

Checklist item yang wajib diserahkan

Ini bagian yang paling sering diminta dan paling jarang disiapkan. Tabel di bawah membagi item serah terima ke dalam enam kategori, lengkap dengan siapa yang memverifikasi dan bukti apa yang harus disimpan. Silakan salin ke lembar kerja Anda, lalu tambahkan baris sesuai jenis usaha. Kolom bukti adalah bagian yang tidak boleh dilewat, karena tanpa bukti, daftar ini cuma janji.

KategoriContoh itemDiverifikasi olehBukti yang disimpan
Dokumen dan arsipKontrak klien, penawaran, faktur, laporan bulanan, berkas perizinan, catatan rapatAtasan langsungDaftar berkas dengan lokasi penyimpanan dan hak akses barunya
Aset fisikLaptop, ponsel dinas, kartu akses, kunci, kendaraan, seragam, alat kerjaHRD atau pemilik usahaFoto kondisi aset, nomor seri, dan tanggal pengembalian
Akses digitalSurel kantor, akun aplikasi kerja, admin media sosial, panel iklan, akun perbankan daringPemegang administrasi sistemTangkapan layar daftar akun beserta status dicabut atau dialihkan
Pekerjaan berjalanProyek yang belum selesai, pesanan yang diproses, tenggat minggu depan, janji ke pelangganPenerima dan atasan langsungTabel status per pekerjaan: nama, tahap, tenggat, catatan risiko
Relasi dan kontakKontak klien aktif, pemasok, mitra pengiriman, teknisi langgananAtasan langsungDaftar kontak di sistem perusahaan, bukan di ponsel pribadi
Tanggung jawab keuanganKas kecil, piutang belum tertagih, sisa uang muka perjalanan, kartu perusahaanBagian keuanganBerita acara opname kas dan bukti setor atau pengembalian

Perhatikan kolom ketiga. Pemisahan pemeriksa per kategori bukan birokrasi, melainkan pengamanan sederhana. Orang yang paling paham isi berkas belum tentu paham nilai aset, dan keduanya jarang paham daftar akun yang aktif. Kalau semua kategori diperiksa satu orang yang sedang sibuk, hasilnya bisa ditebak: dia akan mencentang semuanya dalam sepuluh menit.

Untuk kategori pekerjaan berjalan, cara paling efektif menurut pengalaman kami adalah meminta karyawan menulis satu paragraf per pekerjaan, bukan mengisi tabel kosong. Tabel mengundang jawaban satu kata. Paragraf memaksa dia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, termasuk hal yang tidak enak diakui, misalnya bahwa tenggat sebuah pekerjaan sudah lewat dan klien belum diberi kabar. Informasi seperti itu jauh lebih berharga daripada kolom yang tercentang rapi.

Akses digital yang paling sering terlewat

Kalau Anda hanya sempat membaca satu bagian dari panduan ini, bacalah bagian ini. Akses digital adalah kategori yang paling sering lolos dari serah terima UMKM, dan paling mahal akibatnya. Alasannya masuk akal: akses tidak terlihat, tidak memakan tempat, dan tidak ada yang menagihnya. Laptop yang belum kembali akan ditanyakan dalam tiga hari. Akun panel iklan yang masih hidup atas nama pribadi mantan karyawan bisa bertahan bertahun-tahun tanpa ada yang sadar.

Ada alasan kepatuhan juga, bukan sekadar kerapian. UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi Pasal 35 mewajibkan pengendali data pribadi melindungi dan memastikan keamanan data pribadi yang diprosesnya, antara lain dengan menyusun dan menerapkan langkah teknis operasional untuk melindungi data dari pemrosesan yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 36 menambahkan kewajiban menjaga kerahasiaan data pribadi. Data karyawan dan data pelanggan yang masih bisa dibuka oleh orang yang sudah tidak bekerja di perusahaan Anda jelas tidak memenuhi standar itu.

Urutan pencabutan akses yang kami sarankan, dikerjakan pada hari terakhir atau sebelumnya:

  1. Surel kantor. Jangan langsung dihapus. Ubah kata sandinya, matikan penerusan otomatis ke alamat pribadi, lalu alihkan surat masuk ke penggantinya selama minimal tiga bulan. Menghapus kotak surat pada hari pertama adalah cara tercepat kehilangan riwayat percakapan dengan klien.
  2. Akun aplikasi kerja. Nonaktifkan pengguna di setiap aplikasi berlangganan. Periksa juga siapa pemilik tagihannya, karena sering kali langganan terdaftar atas kartu pribadi karyawan dan akan mati begitu dia berhenti membayar.
  3. Panel administrator. Ini termasuk pengelola situs, domain, penyimpanan awan, sistem kasir, dan aplikasi HR. Pastikan ada minimal dua akun administrator di setiap sistem sebelum satu dicabut, supaya Anda tidak mengunci diri sendiri.
  4. Media sosial dan panel iklan. Cabut peran dia dari halaman bisnis dan akun iklan, lalu ganti kata sandi akun pusat. Perhatikan bahwa mencabut peran tidak otomatis mencabut metode pembayaran yang tersimpan.
  5. Akses perbankan dan pembayaran. Ini yang paling mendesak. Cabut hak akses perbankan daring, dompet digital perusahaan, dan hak persetujuan transaksi pada hari yang sama saat hubungan kerja berakhir, tanpa menunda.
  6. Kunci dan pengaman kedua. Verifikasi dua langkah sering terpasang di ponsel pribadi karyawan. Pindahkan ke perangkat perusahaan, dan catat kode cadangan di tempat yang hanya bisa diakses pemilik usaha.
  7. Kepemilikan berkas. Berkas di penyimpanan awan yang dibuat dengan akun pribadi tetap miliknya walaupun sudah dibagikan. Pindahkan kepemilikannya sebelum akun dinonaktifkan, bukan sesudah.

Pendapat kami di Absenia, satu kebiasaan kecil bisa menghilangkan hampir seluruh masalah ini: buat daftar akun perusahaan sejak hari pertama seorang karyawan bergabung, dan perbarui setiap kali dia diberi akses baru. Daftar itu tidak perlu canggih, cukup satu lembar kerja berisi nama sistem, peran, tanggal diberikan, dan tanggal dicabut. Membuatnya butuh sepuluh menit di awal. Menyusunnya dari nol pada hari terakhir seseorang bekerja butuh sehari penuh dan tetap ada yang terlewat.

Pro Tip

Uji hasil pencabutan akses, jangan hanya dicentang. Minta mantan karyawan mencoba masuk ke surel kantor di depan Anda pada hari terakhir, atau lakukan sendiri percobaan masuk memakai kata sandi lama. Banyak pencabutan gagal diam-diam karena sesi lama masih aktif di perangkat yang tidak pernah keluar dari akun.

Berapa lama masa transisi yang wajar

Tidak ada angka tunggal yang cocok untuk semua situasi. Yang ada adalah acuan per situasi, dan satu prinsip: masa transisi harus cukup untuk melewati satu siklus pekerjaan penuh. Kalau posisi itu mengerjakan laporan bulanan, penggantinya idealnya menemani satu kali penutupan bulan sebelum ditinggal sendirian. Kalau posisi itu melayani pelanggan harian, beberapa hari mendampingi sudah cukup.

SituasiAcuan masa transisiCatatan penting
Pengunduran diri30 hari sejak surat diterimaMengikuti tenggat pemberitahuan tertulis pada PP Nomor 35 Tahun 2021 Pasal 36 huruf i
Promosi atau mutasi internal2 sampai 4 mingguTetapkan tanggal putus kontak agar orangnya tidak ditarik terus ke pekerjaan lama
Kontrak berakhir2 minggu sebelum tanggal berakhirJadwalkan dari tanggal di kontrak, jangan menunggu diingatkan karyawan
Pemutusan hubungan kerja1 sampai 3 hariDahulukan pencabutan akses dan pengamanan aset, baru pemindahan pekerjaan
Cuti panjang1 sampai 2 minggu sebelum cutiSifatnya sementara, siapkan juga catatan serah terima balik saat dia kembali

Ada satu jebakan yang hampir selalu muncul pada kasus pengunduran diri, yaitu sisa cuti. Karyawan sering ingin menghabiskan hak cutinya di akhir masa kerja, dan hak itu memang nyata. UU Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 79 mengatur cuti tahunan sekurang-kurangnya 12 hari kerja setelah pekerja bekerja 12 bulan secara terus menerus. Masalahnya, kalau sisa cuti 10 hari dipakai penuh di bulan terakhir, masa transisi 30 hari yang tadinya terdengar panjang menyusut menjadi sekitar dua minggu kerja efektif. Bicarakan ini di awal, jangan di minggu terakhir. Aturan mainnya bisa Anda tuangkan di peraturan perusahaan agar tidak dinegosiasikan ulang setiap kali ada yang keluar.

Untuk memantau apakah masa transisi benar-benar dipakai bekerja, rekap kehadiran adalah alat paling jujur. Kami sering melihat kasus karyawan yang secara administrasi masih dalam masa pemberitahuan, tetapi kehadirannya sudah bolong-bolong sejak minggu kedua. Kalau kehadiran tercatat rapi, percakapan soal ini menjadi mudah karena berbasis data, bukan perasaan. Cara membaca datanya kami bahas di panduan rekap absensi.

Kerangka Berita Acara Serah Terima (BAST)

Berita Acara Serah Terima, sering disingkat BAST, adalah dokumen yang mencatat bahwa penyerahan benar-benar terjadi, apa saja isinya, dan siapa yang menyaksikan. Bentuknya tidak diatur baku, jadi Anda bebas menyusunnya sendiri. Yang tidak boleh hilang adalah unsur pembuktiannya: nama, tanggal, daftar rinci, dan tanda tangan. Berikut kerangka yang bisa langsung Anda tiru dan ketik ulang di lembar kerja atau pengolah kata.

  1. Judul dan nomor dokumen. Contoh penulisan: Berita Acara Serah Terima Jabatan, nomor 012 garis miring BAST garis miring HR garis miring X garis miring 2026. Penomoran membuat dokumen mudah dicari saat dibutuhkan setahun kemudian.
  2. Hari, tanggal, dan tempat. Tulis lengkap. Ini yang menentukan sejak kapan tanggung jawab berpindah kalau nanti ada perselisihan.
  3. Identitas pihak pertama. Nama lengkap, nomor induk karyawan, jabatan terakhir, dan keterangan bahwa dia bertindak sebagai pihak yang menyerahkan.
  4. Identitas pihak kedua. Nama lengkap, nomor induk karyawan, jabatan baru atau jabatan pelaksana sementara, dan keterangan sebagai pihak yang menerima.
  5. Dasar pelaksanaan. Sebutkan dokumen pemicunya, misalnya surat pengunduran diri tertanggal sekian, surat keputusan mutasi, atau surat tugas penunjukan pelaksana sementara.
  6. Objek yang diserahterimakan. Uraikan jabatan beserta ruang lingkup tanggung jawabnya secara singkat, sehingga jelas kewenangan apa yang ikut berpindah.
  7. Daftar rinci item. Buat tabel dengan kolom nomor, nama item, jumlah, kondisi, dan keterangan. Pisahkan per kategori seperti tabel pada bagian sebelumnya. Sebutkan nomor seri untuk barang bernilai.
  8. Status pekerjaan berjalan. Daftar pekerjaan yang belum tuntas beserta tahap, tenggat, pihak luar yang terlibat, dan risiko yang sudah diketahui. Bagian ini yang paling sering dilewat, padahal paling sering dicari.
  9. Daftar akses yang dicabut atau dialihkan. Sebutkan nama sistem, peran lama, tindakan yang diambil, dan tanggal pelaksanaannya.
  10. Pernyataan penerimaan. Kalimat yang menyatakan bahwa pihak kedua telah memeriksa dan menerima seluruh item dalam kondisi sebagaimana tercatat, serta catatan kalau ada item yang belum lengkap beserta tenggat penyelesaiannya.
  11. Tanggal efektif perpindahan tanggung jawab. Bisa berbeda dari tanggal penandatanganan, dan sebaiknya ditulis eksplisit kalau memang berbeda.
  12. Tanda tangan. Pihak pertama, pihak kedua, dan minimal satu saksi dari atasan langsung atau HRD. Buat dua rangkap asli, satu untuk arsip perusahaan dan satu untuk karyawan.

Lampirkan bukti pendukung di halaman terakhir: foto kondisi aset, tangkapan layar daftar akun yang sudah dinonaktifkan, dan berita acara opname kas kalau ada uang yang dipegang. Simpan satu salinan digital di folder kepegawaian, bukan di surel pribadi siapa pun. Berkas ini biasanya baru dicari saat suasananya sudah tidak enak, dan pada saat itu tidak ada yang punya waktu mencari-cari.

Catatan

Perlu jujur kami sampaikan: BAST bukan jaminan hukum yang bisa menyelesaikan segalanya. Fungsinya adalah alat bukti dan alat ingat. Kalau isinya cuma satu baris bertuliskan seluruh pekerjaan telah diserahkan, dokumen itu tidak membuktikan apa pun. Nilainya ada pada kerinciannya, bukan pada keberadaannya.

Risiko konkret kalau serah terima dilewatkan

Bagian ini sengaja kami tulis dengan contoh, bukan peringatan umum, karena peringatan umum tidak pernah mengubah kebiasaan siapa pun. Angka rupiah di bawah adalah ilustrasi untuk menggambarkan skala, bukan hasil survei.

Pekerjaan menggantung tanpa ada yang tahu. Sebuah toko daring kehilangan pesanan senilai Rp 8.000.000 karena satu-satunya orang yang memegang percakapan dengan pembeli grosir sudah keluar, dan percakapan itu ada di aplikasi pesan pribadinya. Tidak ada yang salah secara teknis. Tidak ada satu pun sistem yang rusak. Hanya tidak ada yang tahu percakapan itu pernah ada.

Aset hilang tanpa jejak. Satu laptop seharga Rp 9.000.000 dan satu ponsel dinas Rp 3.000.000 tidak pernah kembali, dan perusahaan tidak bisa menagih karena tidak ada catatan penyerahan awal maupun akhir. Yang membuat kasus ini menyakitkan bukan nilainya, melainkan kenyataan bahwa pencegahannya cuma butuh satu lembar tanda terima pada hari pertama.

Akses yang tidak pernah dicabut. Ini risiko yang paling tidak terlihat dan paling serius. Mantan karyawan masih bisa membuka data pelanggan, mengubah harga di sistem kasir, atau membaca surel kantor berbulan-bulan setelah keluar. Selain kerugian bisnis, ini menabrak kewajiban menjaga keamanan dan kerahasiaan data pribadi yang diatur UU Nomor 27 Tahun 2022. Dan berbeda dengan laptop hilang, Anda mungkin tidak akan pernah tahu kalau terjadi.

Perselisihan saat pembayaran terakhir. Tanpa berita acara, pertanyaan sesederhana apakah laptop sudah dikembalikan menjadi perdebatan dua ingatan. Perusahaan menahan gaji terakhir, karyawan merasa dizalimi, dan hubungan yang tadinya baik berakhir buruk. Ini jenis kerugian yang tidak muncul di laporan keuangan, tetapi muncul di ulasan tempat kerja dan cerita dari mulut ke mulut, yang ujungnya mempersulit Anda merekrut orang bagus berikutnya.

Beban tambahan untuk tim yang tinggal. Ketika serah terima gagal, pekerjaan yang terbengkalai tidak hilang, hanya berpindah diam-diam ke rekan kerja yang tersisa. Mereka mengerjakan tugas yang tidak mereka pahami sambil menyelesaikan tugas sendiri. Kalau ini berulang, angka turnover karyawan ikut naik, dan Anda mengulang siklus yang sama beberapa bulan kemudian dengan orang yang berbeda.

Kabar baiknya, semua risiko di atas dicegah oleh hal yang sama: satu daftar yang diperbarui sepanjang masa kerja seseorang, bukan disusun mendadak di hari terakhir. Data karyawan yang rapi, riwayat kehadiran yang bisa ditelusuri, dan catatan cuti yang jelas membuat serah terima berubah dari proyek dadakan menjadi pekerjaan satu jam. Fondasi itu yang kami bangun di Absenia lewat absensi online dengan selfie dan verifikasi GPS, pengajuan cuti beserta persetujuannya, pengaturan shift, data karyawan, serta rekap dan laporan yang bisa diekspor. Modul payroll dan slip gaji masih dalam pengembangan, jadi hari ini kami menyebut diri fondasi HRIS, bukan HRIS penuh. Kalau Anda ingin memahami peta istilahnya lebih dulu, kami uraikan di artikel apa itu HRIS. Untuk melihat paketnya, termasuk paket gratis selamanya untuk tim di bawah 10 karyawan, semuanya terbuka di halaman harga.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu serah terima jabatan?

Serah terima jabatan adalah proses memindahkan tugas, dokumen, aset perusahaan, akses digital, pekerjaan yang sedang berjalan, dan tanggung jawab dari karyawan yang meninggalkan sebuah posisi kepada penggantinya, lalu mencatat perpindahan itu dalam satu dokumen resmi yang ditandatangani kedua pihak beserta saksi. Tujuannya bukan formalitas, melainkan memastikan tidak ada pekerjaan yang menggantung dan tidak ada aset atau akses yang tertinggal di tangan orang yang sudah tidak berwenang.

Apakah serah terima jabatan wajib menurut aturan ketenagakerjaan?

Tidak ada aturan yang menyebut istilah serah terima jabatan secara khusus. Namun PP Nomor 35 Tahun 2021 Pasal 36 huruf i mengatur bahwa pekerja yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri harus mengajukan permohonan tertulis paling lambat 30 hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri dan tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal tersebut. Kewajiban yang tetap berjalan itulah dasar praktis dari masa transisi dan serah terima. Di luar itu, perusahaan bebas mengatur detailnya lewat peraturan perusahaan atau perjanjian kerja.

Apa saja yang harus diserahkan saat serah terima jabatan?

Ada enam kategori yang perlu dicek satu per satu: dokumen dan arsip kerja, aset fisik seperti laptop dan kendaraan, akses digital seperti surel dan akun aplikasi, pekerjaan yang sedang berjalan beserta tenggatnya, daftar kontak klien dan pemasok, serta tanggung jawab keuangan seperti kas kecil dan piutang. Kategori akses digital adalah yang paling sering terlewat di UMKM karena tidak terlihat secara fisik dan tidak ada yang merasa memilikinya.

Berapa lama masa transisi serah terima jabatan yang wajar?

Untuk pengunduran diri, acuan paling umum adalah 30 hari, mengikuti tenggat pemberitahuan tertulis di PP Nomor 35 Tahun 2021. Untuk promosi atau mutasi internal, dua sampai empat minggu biasanya cukup karena orangnya masih di perusahaan yang sama. Untuk cuti panjang seperti cuti melahirkan, satu sampai dua minggu sebelum cuti dimulai sudah memadai. Untuk pemutusan hubungan kerja mendadak, serah terima sering harus selesai dalam hitungan hari, jadi prioritaskan pencabutan akses dan pengamanan aset lebih dulu.

Apa isi Berita Acara Serah Terima jabatan yang benar?

Minimal berisi judul dan nomor dokumen, hari dan tanggal, identitas pihak yang menyerahkan, identitas pihak yang menerima, jabatan yang diserahterimakan, dasar pelaksanaan seperti surat pengunduran diri atau surat keputusan mutasi, daftar rinci item yang diserahkan beserta jumlah dan kondisinya, catatan pekerjaan yang masih berjalan, pernyataan bahwa penerimaan sudah dicek, tanggal efektif, serta tanda tangan penyerah, penerima, dan saksi dari atasan atau HRD. Lampirkan bukti foto aset dan tangkapan layar daftar akun yang dicabut.

Apa risiko kalau serah terima jabatan tidak dilakukan?

Risiko yang paling sering terjadi di UMKM ada empat: pekerjaan klien menggantung karena tidak ada yang tahu statusnya, aset perusahaan hilang tanpa jejak karena tidak pernah dicatat siapa memegang apa, akses digital tetap aktif di tangan mantan karyawan sehingga data pelanggan dan karyawan berisiko, dan perselisihan saat pembayaran gaji terakhir karena tidak ada bukti apa yang sudah dan belum dikembalikan. Semuanya bisa dicegah dengan satu dokumen dan satu jam pengecekan.

Sumber

  1. PP Nomor 35 Tahun 2021 (Pasal 36 huruf i: pengunduran diri diajukan tertulis paling lambat 30 hari sebelumnya dan pekerja tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri)
  2. UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Pasal 79: cuti tahunan sekurang-kurangnya 12 hari kerja setelah bekerja 12 bulan terus menerus)
  3. UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (Pasal 35: kewajiban langkah teknis operasional melindungi data pribadi; Pasal 36: kewajiban menjaga kerahasiaan)

Mulai gratis, tanpa kartu kredit.

Gratis selamanya untuk tim di bawah 10 karyawan. Berhenti kapan saja.