Promosi Jabatan: Kriteria, Jenis, dan Dokumen yang Wajib Dibuat
Promosi jabatan adalah keputusan memindahkan karyawan ke jabatan dengan tanggung jawab lebih besar. Panduan kriteria terukur, jenis promosi, surat keputusan, addendum kontrak, dan dampaknya pada upah untuk UMKM.

Promosi jabatan adalah keputusan memindahkan seorang karyawan ke jabatan dengan tanggung jawab dan kewenangan yang lebih besar, dan idealnya diikuti penyesuaian upah sesuai golongan jabatan barunya. Di usaha kecil, keputusan ini sering diambil cepat dan lisan: seseorang dianggap paling rajin, paling lama bertahan, atau paling dipercaya pemilik, lalu tiba-tiba namanya berubah menjadi supervisor. Tiga bulan kemudian muncul masalah yang tidak diduga, yaitu tim yang mengambil jarak, orang yang dipromosikan justru kehilangan kepercayaan diri, dan dua karyawan lain yang merasa dilewati mulai mengirim lamaran ke tempat lain. Panduan ini membahas kapan seseorang benar-benar layak naik, kriteria apa yang bisa diukur, dokumen apa yang wajib dibuat, apa akibatnya pada upah, dan bagaimana memperlakukan orang yang tidak terpilih supaya promosi satu orang tidak merusak seluruh tim.
Kapan karyawan benar-benar layak dipromosikan
Cara paling sederhana untuk menguji kelayakan adalah membalik pertanyaannya. Jangan bertanya siapa yang pantas dinaikkan. Bertanyalah pekerjaan apa yang sekarang tidak ada yang mengerjakan, lalu siapa yang sudah mengerjakannya diam-diam tanpa diminta. Promosi yang sehat hampir selalu berupa pengakuan atas peran yang sudah berjalan, bukan hadiah untuk peran yang baru akan dicoba.
Tanda paling jelas bahwa waktunya sudah tiba biasanya datang dari beban Anda sendiri sebagai pemilik. Anda mulai menjadi penghambat karena semua keputusan kecil harus lewat Anda. Ada orang di tim yang sudah rutin dimintai pendapat oleh rekan-rekannya sebelum bertanya ke Anda. Ada pekerjaan koordinasi yang sudah dilakukan seseorang secara sukarela selama berbulan-bulan tanpa jabatan resmi. Ketiganya menandakan struktur organisasi Anda sudah tertinggal dari kenyataan di lapangan.
Sebaliknya, ada tanda bahwa promosi masih terlalu dini. Jabatan baru itu belum punya uraian pekerjaan tertulis. Anda belum tahu siapa yang akan menggantikan pekerjaan lama orang tersebut. Anggarannya belum dihitung. Atau alasan utamanya adalah menahan orang yang baru saja mengancam keluar. Promosi sebagai alat penahan hampir selalu berumur pendek, karena akarnya adalah tawar-menawar, bukan kesiapan.
Pendapat kami di Absenia, promosi paling tepat dilihat sebagai penambahan beban, bukan pemberian penghargaan. Kalau kerangka berpikirnya penghargaan, Anda akan memilih orang yang paling berjasa. Kalau kerangka berpikirnya penambahan beban, Anda akan memilih orang yang paling sanggup memikulnya. Dua kerangka itu sering menghasilkan nama yang berbeda, dan yang kedua jauh lebih jarang berakhir dengan penyesalan.
Promosikan orang yang sudah menjalankan sebagian isi jabatan barunya, bukan orang yang paling berjasa di jabatan lamanya. Sebelum memutuskan, pastikan jabatan barunya sudah punya uraian pekerjaan, anggarannya sudah dihitung, dan sudah jelas siapa yang mengambil alih pekerjaan lamanya.
Tiga jenis promosi jabatan yang perlu dibedakan
Banyak kekecewaan lahir karena pemilik usaha dan karyawan membayangkan dua hal berbeda dengan satu kata yang sama. Memisahkan jenisnya sejak awal membuat percakapannya jauh lebih mudah, dan membuat Anda sadar bahwa tidak semua kebutuhan organisasi harus dijawab dengan kenaikan tingkat.
Promosi vertikal adalah yang paling dipahami orang. Karyawan naik satu tingkat, tanggung jawabnya bertambah, biasanya mulai memimpin orang, dan upahnya menyesuaikan golongan jabatan yang baru. Promosi horizontal atau perpindahan lateral memindahkan orang ke bidang lain pada tingkat yang setara, misalnya dari admin penjualan ke admin operasional, untuk memperluas kemampuan atau menyelamatkan orang bagus dari pekerjaan yang salah. Promosi kering adalah kenaikan jabatan dan tanggung jawab tanpa kenaikan upah, biasanya karena anggaran belum ada.
| Jenis promosi | Yang berubah | Yang tetap | Risiko utama |
|---|---|---|---|
| Vertikal | Jabatan, tanggung jawab, kewenangan, golongan upah | Bidang kerja umumnya sama | Salah memilih orang karena kompetensinya beda jenis |
| Horizontal | Bidang kerja dan ruang lingkup | Tingkat jabatan dan besaran upah | Dianggap hukuman kalau alasannya tidak dijelaskan |
| Kering | Jabatan dan beban tanggung jawab | Upah dan tunjangan | Karyawan merasa dimanfaatkan, lalu keluar diam-diam |
Promosi kering bukan hal terlarang, dan di usaha yang arus kasnya sedang ketat kadang memang itu satu-satunya pilihan. Yang membuatnya berbahaya adalah menyembunyikan sifatnya. Kalau Anda memang belum bisa menaikkan upah, katakan terus terang, sebutkan kapan akan ditinjau ulang, dan tuliskan tanggal peninjauan itu di surat keputusannya. Karyawan jauh lebih tahan terhadap keterbatasan yang jujur dibanding terhadap janji yang mengambang. Kalau tanggal peninjauan itu lewat tanpa kabar, Anda sedang membangun alasan orang untuk pergi, dan itu salah satu penyumbang tingkat keluar masuk karyawan yang paling sering luput dihitung.
Kriteria kelayakan yang bisa diukur
Ini bagian yang paling sering dilewati di perusahaan kecil, padahal justru di sinilah letak keadilannya. Kriteria yang tidak tertulis bukan berarti tidak ada. Kriteria itu tetap ada di kepala Anda, hanya saja tidak bisa diperiksa siapa pun, sehingga setiap keputusan promosi terlihat seperti selera pribadi. Menuliskannya lebih dulu tidak membuat Anda kehilangan kendali, justru membuat keputusan Anda bisa dipertahankan saat ditanya.
Tabel berikut bisa Anda pakai apa adanya untuk tim 10 sampai 100 orang. Kuncinya bukan pada jumlah kriterianya, melainkan pada kolom bukti. Kriteria tanpa bukti hanya memindahkan perdebatan ke tempat lain.
| Kriteria kelayakan | Cara mengukur | Bukti yang dipakai |
|---|---|---|
| Hasil kerja yang konsisten | Memenuhi target pada minimal 2 periode penilaian berturut-turut | Formulir penilaian kinerja dan catatan pencapaian target |
| Kedisiplinan dasar | Persentase kehadiran tepat waktu dan kepatuhan prosedur izin | Rekap kehadiran bulanan dan riwayat pengajuan cuti |
| Kecocokan dengan jabatan target | Dicek poin per poin terhadap uraian jabatan yang dituju | Uraian jabatan tertulis untuk jabatan baru |
| Kemampuan mengarahkan orang | Pernah memimpin pekerjaan kecil atau melatih karyawan baru | Catatan pendampingan karyawan baru dan umpan balik rekan |
| Inisiatif menyelesaikan masalah | Jumlah masalah yang diselesaikan tanpa naik ke pemilik | Catatan kejadian dan ringkasan pertemuan berkala |
| Cara bekerja dengan tim | Umpan balik dari minimal 2 rekan setingkat | Catatan umpan balik tertulis atau hasil percakapan empat mata |
| Kesediaan orangnya sendiri | Ditanyakan langsung sebelum keputusan diambil | Catatan percakapan karier bertanggal |
Perhatikan baris terakhir, karena inilah yang paling sering dilupakan. Tidak semua orang ingin naik. Ada teknisi yang paling bahagia saat memegang alat dan paling tersiksa saat harus mengisi laporan tim. Menawarkan lebih dulu bukan tanda ragu, melainkan tanda Anda menghargai pilihan hidup orang tersebut. Kalau dia menolak, itu bukan kegagalan, itu informasi berharga yang menyelamatkan Anda dari kesalahan mahal.
Dua kriteria pertama bisa langsung Anda ambil dari data yang mungkin sudah Anda miliki. Ukuran hasil kerja bersumber dari penilaian kinerja karyawan yang rutin, dan indikatornya bisa Anda rancang lewat contoh KPI karyawan yang sesuai jenis pekerjaannya. Ukuran kedisiplinan bersumber dari rekap absensi, dan inilah alasan kami menekankan bahwa pencatatan kehadiran yang rapi bukan soal mengawasi, tetapi soal punya bukti netral saat keputusan penting harus diambil. Sedangkan kriteria ketiga menuntut adanya uraian jabatan untuk posisi yang dituju, yang biasanya disusun lewat analisis jabatan sederhana.
Proses keputusan yang tidak menimbulkan curiga
Di perusahaan besar, promosi melewati komite. Di usaha dengan 20 orang, komite terdengar berlebihan dan memang tidak perlu. Tetapi Anda tetap butuh urutan langkah yang sama setiap kali, karena keseragaman urutan itulah yang membuat keputusan terasa adil, bukan banyaknya orang yang terlibat.
Langkah satu, tetapkan jabatannya lebih dulu, bukan orangnya. Tulis uraian pekerjaan jabatan baru itu seolah-olah Anda akan merekrut dari luar. Sebutkan tanggung jawabnya, kepada siapa melapor, siapa yang melapor kepadanya, dan apa yang boleh diputuskan tanpa persetujuan Anda. Kalau Anda kesulitan menulisnya, itu pertanda jabatan tersebut belum benar-benar dibutuhkan.
Langkah dua, kumpulkan bukti untuk semua kandidat yang memenuhi syarat awal. Bukan hanya untuk orang yang sudah Anda bayangkan. Isi tabel kriteria di atas untuk dua sampai tiga nama. Proses ini sering mengejutkan, karena orang yang paling vokal belum tentu yang paling kuat datanya.
Langkah tiga, uji dengan penugasan nyata sebelum jabatannya diberikan. Berikan tanggung jawab sementara selama satu sampai tiga bulan lewat surat tugas, misalnya memimpin satu proyek atau menangani satu cabang. Ini uji coba yang murah dan bisa dibatalkan tanpa mempermalukan siapa pun, berbeda dengan menurunkan kembali orang yang sudah terlanjur diberi jabatan.
Langkah empat, tanyakan kesediaannya, lalu putuskan dan dokumentasikan. Percakapan ini penting dilakukan sebelum pengumuman, bukan sesudah. Setelah sepakat, barulah surat keputusan dan perubahan kontrak disiapkan. Yang sering kami temui di lapangan, pemilik usaha mengumumkan lebih dulu di grup chat karena semangat, lalu baru menyadari orangnya keberatan dengan jam kerja baru. Menarik kembali pengumuman jauh lebih menyakitkan daripada menunda satu minggu.
Tiga jebakan promosi khas perusahaan kecil
Bagian ini kami tulis berdasarkan pola keluhan yang paling sering sampai ke kami dari pemilik usaha. Ketiganya kelihatan sepele saat diputuskan, dan baru terasa mahal enam bulan kemudian.
Jebakan pertama, mempromosikan orang terbaik di pekerjaan lamanya. Ini jebakan paling umum dan paling mahal. Teknisi terbaik dipromosikan menjadi kepala teknisi, penjual terbaik menjadi kepala penjualan. Masalahnya, kompetensi yang membuat orang hebat memperbaiki mesin sama sekali berbeda dengan kompetensi menyusun jadwal, menegur rekan, dan menjelaskan angka. Akibatnya ganda: Anda kehilangan teknisi terbaik dan mendapatkan manajer yang kesulitan. Obatnya bukan berhenti mempromosikan, melainkan menyediakan dua jalur kenaikan, satu jalur manajerial dan satu jalur keahlian, seperti yang kami bahas di panduan jenjang karir. Orang bisa naik tingkat dan naik upah sebagai ahli senior tanpa harus memimpin siapa pun.
Jebakan kedua, promosi tanpa uraian jabatan baru. Jabatannya berubah, tetapi tidak ada satu kalimat pun yang menjelaskan apa isinya. Orang yang dipromosikan akhirnya menebak, dan biasanya menebak dengan cara paling aman, yaitu tetap mengerjakan pekerjaan lamanya sambil menambah sedikit pekerjaan koordinasi. Enam bulan kemudian Anda kecewa karena merasa tidak ada yang berubah, padahal Anda memang tidak pernah menyebutkan apa yang harus berubah. Rekan-rekannya juga bingung, karena mereka tidak tahu keputusan apa yang sekarang harus lewat orang itu dan mana yang tetap lewat Anda.
Jebakan ketiga, promosi tanpa kejelasan upah. Kalimat yang paling sering terucap adalah nanti kita bicarakan gajinya. Sejak hari itu, setiap percakapan antara Anda dan orang tersebut punya agenda tersembunyi. Dia bekerja sambil menunggu, Anda menunda sambil berharap dia lupa, dan kepercayaan menipis tanpa ada yang mengucapkannya. Kalaupun Anda belum bisa menaikkan sekarang, sebutkan angka dan tanggalnya. Bahkan kalimat seperti penyesuaian upah akan ditinjau pada evaluasi bulan Maret jauh lebih menenangkan daripada diam.
Sebelum menandatangani surat keputusan, jawab satu pertanyaan ini secara tertulis: keputusan apa saja yang mulai besok tidak perlu lagi lewat saya. Kalau Anda tidak bisa menyebut minimal tiga, promosi ini kemungkinan besar hanya perubahan nama jabatan, dan beban Anda tidak akan berkurang sama sekali.
Dokumen wajib: surat keputusan dan addendum
Promosi lisan adalah salah satu penyebab perselisihan yang paling mudah dicegah. Dua dokumen berikut sudah cukup untuk sebagian besar UMKM, dan keduanya bisa dibuat dalam satu halaman.
Surat keputusan promosi. Isinya nama karyawan, jabatan lama, jabatan baru, tanggal mulai berlaku, atasan langsung yang baru, dan lampiran uraian jabatan. Kalau ada masa penyesuaian atau tanggal peninjauan upah, tulis juga di situ. Format surat keputusan ini juga yang dipakai dalam penetapan struktur dan skala upah, karena Permenaker Nomor 1 Tahun 2017 Pasal 5 menyebutkan struktur dan skala upah ditetapkan oleh pimpinan perusahaan dalam bentuk surat keputusan.
Addendum atau perjanjian kerja yang diperbarui. Ini yang paling sering terlewat. UU Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 54 ayat (1) menyebutkan perjanjian kerja tertulis sekurang-kurangnya memuat jabatan atau jenis pekerjaan serta besarnya upah dan cara pembayarannya. Artinya, begitu jabatan dan upah berubah, isi perjanjian kerja ikut berubah. Pasal 55 pada undang-undang yang sama menegaskan perjanjian kerja tidak dapat ditarik kembali dan/atau diubah kecuali atas persetujuan para pihak. Karena itu perubahan promosi perlu dituangkan tertulis dan ditandatangani dua belah pihak, bukan diberlakukan sepihak. Kalau Anda belum punya kerangka dasarnya, kami uraikan di panduan kontrak kerja.
Satu catatan praktis yang sering menimbulkan kebingungan: untuk karyawan dengan perjanjian kerja waktu tertentu, promosi tetap dituangkan sebagai perubahan yang disepakati, bukan sebagai kontrak baru yang menghapus masa kerja sebelumnya. Tulis dengan jelas bahwa dokumen tersebut mengubah pasal tertentu dari perjanjian sebelumnya dan tidak mengubah tanggal mulai bekerja. Kalau aturan main promosi ini berlaku untuk semua orang, sebaiknya dinaikkan levelnya menjadi bagian dari peraturan perusahaan supaya tidak perlu dijelaskan ulang setiap kali.
Dampak promosi pada upah dan skala upah
Di sinilah promosi berhenti menjadi urusan perasaan dan mulai menjadi urusan angka. Titik awalnya adalah struktur dan skala upah, dan kabar baiknya, dokumen ini memang sudah seharusnya Anda miliki. PP Nomor 36 Tahun 2021 Pasal 21 ayat (1) menyebutkan pengusaha wajib menyusun dan menerapkan struktur dan skala upah di perusahaan dengan memperhatikan kemampuan perusahaan dan produktivitas. Ayat (2) dan ayat (3) menambahkan bahwa struktur dan skala upah itu wajib diberitahukan kepada seluruh pekerja secara perorangan, sekurang-kurangnya pada golongan jabatan sesuai jabatan pekerja yang bersangkutan.
Konsekuensinya untuk promosi sangat langsung. Kalau jabatan baru berada di golongan jabatan yang lebih tinggi, upah pokoknya semestinya bergerak ke kisaran golongan tersebut, bukan ditambah angka bulat berdasarkan perasaan. Permenaker Nomor 1 Tahun 2017 Pasal 2 ayat (1) menyebutkan struktur dan skala upah disusun dengan memperhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi, sedangkan Pasal 10 menyebutkan struktur dan skala upah dapat ditinjau oleh pengusaha dan hasil peninjauannya diberitahukan kepada pekerja yang golongan jabatannya mengalami perubahan. Promosi adalah salah satu peristiwa yang membuat pemberitahuan itu relevan.
Contoh sederhananya begini. Misalkan di usaha Anda golongan staf senior punya kisaran upah pokok Rp 4.200.000 sampai Rp 5.000.000, sedangkan golongan supervisor Rp 5.400.000 sampai Rp 6.500.000. Seorang staf senior dengan upah pokok Rp 4.800.000 yang naik menjadi supervisor semestinya masuk ke kisaran golongan supervisor, bukan sekadar ditambah Rp 200.000 supaya terlihat naik. Angka di atas hanya ilustrasi, karena kisaran yang benar untuk usaha Anda ditentukan oleh kemampuan perusahaan dan upah minimum yang berlaku di daerah Anda.
Perhatikan juga bahwa yang masuk struktur dan skala upah adalah upah pokoknya, sesuai Permenaker Nomor 1 Tahun 2017 Pasal 3 ayat (1). Tunjangan diperlakukan terpisah. Ini penting karena banyak usaha kecil menaikkan tunjangan jabatan saja agar terlihat murah, padahal komposisi antara gaji pokok dan tunjangan karyawan punya dampak lanjutan pada perhitungan lain di kemudian hari. Kalau Anda belum pernah menyusunnya, mulailah dari panduan struktur dan skala upah dan sesuaikan struktur organisasi perusahaan Anda supaya jabatan barunya punya tempat yang jelas.
Cara mengumumkan dan merawat yang tidak terpilih
Promosi adalah peristiwa yang dirasakan seluruh tim, bukan hanya oleh orang yang naik. Urutan penyampaiannya menentukan apakah kabar itu menaikkan semangat atau memicu gelombang pengunduran diri yang pelan tapi pasti.
Urutan yang kami sarankan: sampaikan kepada orang yang dipromosikan lebih dulu dan pastikan dia setuju. Kemudian temui empat mata setiap kandidat lain yang sempat dipertimbangkan, sebelum pengumuman umum. Sampaikan dengan jujur bahwa dia dipertimbangkan, sebutkan dua hal konkret yang membuatnya belum terpilih kali ini, dan sebutkan apa yang perlu terlihat berbeda pada peninjauan berikutnya. Baru setelah itu umumkan ke seluruh tim.
Isi pengumumannya sebaiknya faktual: jabatan baru, tanggal berlaku, dan ruang lingkup tanggung jawabnya. Hindari pujian personal yang berlebihan seperti menyebut seseorang paling berdedikasi, karena kalimat itu terdengar seperti penilaian atas semua orang lain. Yang justru perlu ditegaskan adalah hal praktis: mulai tanggal sekian, urusan jadwal dan persetujuan izin harian lewat orang ini, sedangkan urusan anggaran tetap lewat saya.
Untuk orang yang tidak terpilih, satu percakapan tidak cukup. Berilah dia satu hal konkret yang bisa dikerjakan dalam tiga bulan ke depan, lalu tepati janji untuk membahasnya kembali. Yang membuat orang keluar biasanya bukan karena kalah, melainkan karena setelah kalah tidak ada yang berubah dan tidak ada yang menanyakan lagi. Menjaga hal ini adalah bagian dari keterikatan karyawan yang paling murah dan paling sering diabaikan.
Terakhir, jangan lupa bahwa orang yang dipromosikan juga butuh dibimbing di minggu-minggu pertama, persis seperti karyawan baru. Kami membahas pola pendampingannya di panduan onboarding karyawan baru, dan sebagian besar polanya bisa dipakai ulang untuk promosi internal. Dari sisi alat bantu, Absenia hari ini bisa membantu bagian buktinya: data kehadiran, pengajuan cuti dan izin beserta persetujuannya, pengaturan shift, serta rekap yang bisa diekspor untuk bahan penilaian. Silakan lihat fitur absensi online atau seluruh fitur yang sudah aktif, dan halaman harga yang terbuka termasuk paket gratis untuk tim di bawah 10 karyawan. Perlu kami sampaikan terus terang, modul payroll dan slip gaji masih dalam pengembangan, jadi penyesuaian upah setelah promosi untuk sekarang tetap Anda catat di luar sistem.
Alat bantu tidak pernah menggantikan keputusan Anda. Data kehadiran dan catatan kinerja hanya membuat percakapan promosi berhenti menjadi adu ingatan. Penilaian akhir soal siapa yang siap memikul tanggung jawab baru tetap ada di tangan manusia yang mengenal timnya.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa yang dimaksud dengan promosi jabatan?
Promosi jabatan adalah keputusan memindahkan seorang karyawan ke jabatan dengan tanggung jawab dan kewenangan yang lebih besar dari jabatan sebelumnya. Promosi bukan sekadar mengganti nama jabatan di kartu nama. Yang berubah adalah isi pekerjaan, siapa yang dilapori, apa yang boleh diputuskan sendiri, dan sering kali juga golongan jabatan yang dipakai sebagai dasar penetapan upah pokok.
Apa saja syarat karyawan bisa dipromosikan?
Tidak ada daftar syarat yang berlaku untuk semua perusahaan, karena syarat itu Anda sendiri yang menetapkan lewat peraturan perusahaan atau kebijakan internal. Yang membuat keputusannya sehat adalah syaratnya ditulis lebih dulu, bisa diukur, dan sama untuk semua orang. Kombinasi yang lazim dipakai adalah hasil kerja yang konsisten pada beberapa periode penilaian, kedisiplinan kehadiran yang terekam, kecocokan dengan uraian jabatan target, dan kesediaan orangnya sendiri.
Apakah promosi jabatan wajib disertai kenaikan gaji?
Tidak ada ketentuan yang secara eksplisit mewajibkan setiap promosi diikuti kenaikan upah. Yang diatur adalah kewajiban pengusaha menyusun dan menerapkan struktur dan skala upah serta memberitahukannya kepada tiap pekerja secara perorangan sesuai golongan jabatannya, menurut PP Nomor 36 Tahun 2021 Pasal 21 dan Permenaker Nomor 1 Tahun 2017 Pasal 2 dan Pasal 8. Konsekuensinya, kalau jabatan baru itu masuk golongan jabatan yang lebih tinggi di struktur upah Anda, upah pokoknya semestinya mengikuti kisaran golongan tersebut.
Dokumen apa yang perlu dibuat saat mempromosikan karyawan?
Minimal dua. Pertama, surat keputusan promosi yang menyebut nama, jabatan lama, jabatan baru, tanggal berlaku, dan atasan langsung yang baru. Kedua, addendum atau perjanjian kerja yang diperbarui bila jabatan dan besaran upah berubah, karena keduanya termasuk isi perjanjian kerja menurut UU Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 54, dan perjanjian kerja hanya bisa diubah atas persetujuan para pihak menurut Pasal 55. Uraian jabatan baru sebaiknya ikut dilampirkan.
Bagaimana cara mengumumkan promosi tanpa membuat tim lain kecewa?
Beri tahu orang yang dipromosikan lebih dulu, lalu bicara empat mata dengan kandidat lain yang pernah dipertimbangkan sebelum kabarnya beredar, baru umumkan ke seluruh tim. Isi pengumumannya jabatan baru, tanggal berlaku, dan ruang lingkup tanggung jawabnya, bukan pujian personal. Kekecewaan biasanya bukan datang dari siapa yang naik, melainkan dari perasaan bahwa keputusannya tidak jelas dasarnya.
Berapa lama masa kerja minimal sebelum karyawan bisa dipromosikan?
Tidak ada angka baku yang berlaku umum. Masa kerja hanyalah salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan struktur dan skala upah bersama golongan, jabatan, pendidikan, dan kompetensi. Memakai lama kerja sebagai syarat tunggal justru berisiko, karena orang yang paling lama bertahan belum tentu orang yang paling siap memegang tanggung jawab baru. Pakailah masa kerja sebagai penyaring awal, bukan sebagai penentu akhir.
Sumber
- UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Pasal 54: perjanjian kerja memuat jabatan dan besarnya upah; Pasal 55: perjanjian kerja hanya dapat diubah atas persetujuan para pihak)
- PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan (Pasal 21: pengusaha wajib menyusun struktur dan skala upah dan memberitahukannya secara perorangan sesuai golongan jabatan)
- Permenaker Nomor 1 Tahun 2017 tentang Struktur dan Skala Upah (Pasal 2, Pasal 4 tahapan analisa dan evaluasi jabatan, Pasal 5 penetapan lewat surat keputusan, Pasal 10 peninjauan)


